fbpx

8 Fungsi Air Ketuban bagi Janin dalam Kandungan, Yuk Simak!

8 Fungsi Air Ketuban bagi Janin dalam Kandungan, Yuk Simak!

Air ketuban adalah cairan yang berperan untuk melindungi bayi dan menunjang pertumbuhannya selama masa kehamilan. Salah satu fungsi air ketuban, yaitu memberikan kenyamanan pada janin saat berada dalam rahim. Pasalnya, air ketuban bisa membantu menjaga suhunya agar tetap normal.

Itulah mengapa, menjaga kadar air ketuban dalam kandungan adalah hal penting untuk menurunkan risiko sedikitnya cairan ketuban yang justru dapat membahayakan kondisi janin. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai fungsi air ketuban bagi janin, yuk simak artikel berikut ini!

Fungsi Air Ketuban bagi Janin

Sebagaimana penjelasan di atas, keberadaan air ketuban di dalam rahim ini memiliki beberapa fungsi untuk bayi. Adapun sejumlah fungsi air ketuban untuk janin adalah sebagai berikut.

1. Memberikan Kenyamanan pada Janin

Salah satu fungsi air ketuban untuk bayi dalam kandungan adalah membantu memberikan kenyamanan pada janin. Pasalnya, cairan ketuban memegang peranan penting untuk mengontrol suhu airnya agar tetap normal dan hangat. Adapun suhu normal air ketuban adalah 37,5 derajat Celcius. Suhu tersebut umumnya lebih tinggi daripada suhu normal tubuh Bunda.

2. Memberi Ruang Gerak pada Janin

Fungsi air ketuban bagi bayi dalam kandungan berikutnya adalah memberikan ruang gerak pada janin. Hal ini akan membantu mengoptimalkan pertumbuhan janin, karena lebih bebas dalam bergerak. Bukan hanya itu, air ketuban juga berperan dalam menjaga kondisi tali pusar agar tidak terjepit di antara dinding rahim beserta janin.

3. Mendeteksi Kelainan Genetik

Air ketuban juga dapat berfungsi untuk membantu mendeteksi kelainan genetik pada janin. Pasalnya, dalam kasus tertentu, dokter akan mengambil sampel air ketuban untuk melakukan pemeriksaan genetik guna mengecek apakah adanya kelainan atau tidak. Proses pemeriksaan tersebut biasa disebut dengan istilah amniosentesis. 

Baca Juga  Makanan Penyebab Janin Tidak Berkembang yang Wajib Dihindari

Pemeriksaan ini umumnya terjadi akibat kandungan serpihan sel kulit janin yang terdapat dalam cairan ketuban. Di samping itu, pemeriksaan ini baru dapat Bunda lakukan ketika usia kehamilan telah memasuki angka 15-20 minggu.

4. Mendorong Tumbuh Kembang Otot dan Tulang Janin

Fungsi air ketuban bagi janin lainnya adalah mendorong tumbuh kembang otot serta tulang bayi dalam kandungan. Pasalnya, saat volume air ketuban tetap terjaga, maka bayi memiliki ruang untuk bergerak. Nah, pergerakan janin tersebut dapat membantu mengoptimalkan tumbuh kembang otot maupun tulang janin.

5. Melindungi dari Risiko Infeksi

Fungsi air ketuban untuk bayi dalam kandungan selanjutnya, yaitu melindunginya dari risiko infeksi. Pasalnya, bisa saja bakteri tumbuh dalam rahim. Maka dari itu, keberadaan cairan ketuban dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri tertentu dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi. Dengan begitu, bayi dapat terhindar dari risiko infeksi maupun penyakit lainnya.

6. Mendukung Perkembangan Paru-Paru Janin

Air ketuban juga berfungsi untuk mendukung perkembangan paru-paru janin agar cepat matang. Pasalnya, selama dalam kandungan, bayi bernapas dengan cara menelan air ketuban, bukan menghirupnya. Aktivitas tersebut umumnya terjadi mulai dari usia kehamilan 10 hingga 11 minggu.

Berikutnya, memasuki usia 32 minggu kehamilan, bayi akan melatih pernapasannya dengan mengembang-kempiskan organ paru-paru. Dengan begitu, paru-paru bisa lekas matang di usia kehamilan 36 minggu. Pasalnya, jika belum matang, Bunda harus menahan kehamilan sampai kondisi paru-paru janin telah stabil.

7. Melindungi dari Benturan

Fungsi air ketuban bagi janin selanjutnya adalah melindunginya dari adanya benturan maupun tekanan dari luar. Pasalnya, ketika sedang bergerak maupun beraktivitas, Bunda mungkin tanpa sengaja dan tidak sadar telah memberikan guncangan pada janin. 

Baca Juga  6 Toko Perlengkapan Bayi Termurah di Palembang, Terlengkap!

Nah, di sinilah air ketuban berfungsi dalam melindungi janin dari risiko terbentur. Maka dari itu, selama beraktivitas, sebaiknya Bunda menjaga kehati-hatian dan kewaspadaan. Sebab, pergerakan Bunda dapat memengaruhi kondisi janin dalam kandungan.

8. Meningkatkan Perkembangan Organ Pencernaan Janin

Selain mendukung perkembangan organ paru-paru, tulang, dan otot, fungsi air ketuban lainnya adalah membantu meningkatkan tumbuh kembang organ pencernaan janin. Sebab, pasca menelan air ketuban, janin akan mengeluarkannya sebagai urine untuk menjaga volume cairan ketuban agar tetap stabil.

Nah, ketika janin merasa kesulitan untuk menelan cairan ketuban, maka bisa berdampak pada kelebihan volume cairan ketuban atau disebut juga dengan polihidramnion. Kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko kelainan organ pencernaan pada janin.

Jumlah Air Ketuban

Pada dasarnya, volume air ketuban dalam kandungan agar terus meningkat seiring dengan perkembangan janin. Selanjutnya, cairan ketuban akan kembali menurun ketika usia kehamilan melebihi 40 minggu. Adapun jumlah volume air ketuban normal, yaitu sebagai berikut.

  • Usia kandungan 12 minggu: 60 ml
  • Usia kandungan 16 minggu: 175 ml
  • Usia kehamilan 34-38 minggu: 400-1.200 ml
  • Usia kehamilan 40 minggu ke atas: 600 ml

DI samping itu, mengetahui kecukupan cairan ketuban yang sesuai dengan usia kandungan juga penting. Pasalnya, kondisi ketika Bunda kelebihan maupun kekurangan air ketuban bisa menimbulkan masalah pada kandungan. Ketika Bunda mengalami kekurangan cairan ketuban atau oligohidramnion, maka kondisi tersebut disebabkan oleh adanya ketuban yang pecah dini, kelainan plasenta atau janin, persalinan yang melebihi hari perkiraan lahir, maupun komplikasi kehamilan, misalnya preeklamsia, hipertensi, hingga diabetes.

Di sisi lain, polihidramnion atau kelebihan air ketuban terjadi akibat beberapa faktor, seperti diabetes gestasional, kelainan genetik pada bayi, kelainan jantung bayi, hingga ketidaksesuaian rhesus darah Bunda dan janin. Nah, untuk menghindari kondisi tersebut, Bunda perlu rajin melakukan kontrol kehamilan agar dapat memastikan bahwa volume air ketuban selalu dalam jumlah yang cukup.

Baca Juga  Imunisasi pada Bayi: Pengertian, Tujuan, dan Jenis-jenisnya

Penutup

Itulah sederet informasi terkait fungsi air ketuban bagi janin beserta jumlah volume normalnya. Pada dasarnya, menjaga volume cairan ketuban dalam kadar cukup dapat membantu mengoptimalkan fungsinya dan mencegah kekurangan air ketuban. 

Maka dari itu, untuk meningkatkan kadar air ketuban, kamu bisa memperbanyak konsumsi cairan dan mengoptimalkan waktu istirahat. Jadi, yuk selalu jaga volume ketuban dalam kandungan untuk menjaga kesehatan janin bersama New Life!

Produk Pilihan
Bingung Mau Pilih Korset yang Mana?