fbpx

Tanda Air Ketuban Cukup & Kondisi yang Tidak Normal, Catat!

Tanda Air Ketuban Cukup & Kondisi yang Tidak Normal, Catat!

Selama masa kehamilan, moms tidak hanya perlu menjaga kondisi kesehatan diri sendiri saja, tetapi juga harus memastikan bahwa jumlah air ketuban dalam kandungan dalam kadar yang cukup. Pasalnya, air ketuban berperan dalam mendukung perkembangan bayi dan memberi perlindungan. Maka dari itu, Bunda perlu mengetahui tanda air ketuban cukup selama masa kehamilan.

Pada dasarnya, kecukupan air ketuban ini akan tampak melalui tes USG untuk mengetahui volume cairannya. Nah, untuk mengetahui penjelasan seputar tanda air ketuban cukup, baca artikel ini sampai tuntas!

Tanda Air Ketuban Cukup

Air ketuban adalah cairan dalam kantung ketuban yang berperan penting dalam melindungi dan mendukung pertumbuhan janin. Maka dari itu, Bunda perlu memastikan bahwa air ketuban selalu dalam kadar yang cukup. Nah, umumnya, tanda air ketuban cukup ini dapat Bunda ketahui melalui pemeriksaan USG secara rutin.

Pada umumnya, ketika kehamilan mencapai usia 24 minggu, dokter akan mulai menghitung kadar cairan ketuban melalui pemeriksaan USG. Selanjutnya, setelah usia kehamilan melebihi 24 minggu, pengukuran air ketuban akan dilakukan dengan cara Amniotic Fluid Index (AFI). Cara ini akan dokter lakukan dengan memperkirakan kadar volume cairan dalam rahim.

Pada kondisi normal, AFI di usia kehamilan 20 sampai 35 minggu adalah sekitar 5-25 cm. Di sisi lain, apabila angkanya menunjukkan nilai rendah, maka air ketuban Bunda tergolong kurang. Kadar air ketuban sendiri juga akan berbeda pada setiap minggunya. Adapun volume air ketuban yang cukup adalah sebagai berikut:

  • 60 mililiter pada usia kehamilan 12 minggu.
  • 175 mililiter pada usia kehamilan 16 minggu.
  • 400-1.200 mililiter pada usia kehamilan 34-38 minggu.

Nah, ketika usia kehamilan melebihi 40 minggu, maka air ketuban akan berkurang karena menurunnya fungsi plasenta. Biasanya, kadar cairan ketuban pada usia kehamilan tersebut adalah 600 ml. Rendahnya volume air ketuban ini dapat membahayakan pertumbuhan organ janin, khususnya pada bagian paru-paru, sehingga Bunda perlu melakukan pemeriksaan ke rumah sakit.

Baca Juga  9 Rekomendasi Makanan yang Baik untuk Ibu Hamil, Yuk Simak!

Kondisi Air Ketuban Tidak Normal

Air ketuban bukan hanya mengalami masalah ketika jumlahnya kurang, tetapi juga akan berbahaya jika Bunda kelebihan air ketuban. Adapun beberapa kondisi air ketuban tidak normal adalah sebagai berikut:

1. Kelebihan Air Ketuban

Salah satu kondisi air ketuban yang tidak normal adalah polihidramnion atau kelebihan air ketuban. Pada dasarnya, banyak ibu hamil yang tetap dapat melahirkan bayi dalam kondisi sehat. Meski begitu, sebaiknya Bunda tidak meremehkan kondisi ini, karena dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur.

Adapun beberapa kondisi yang menyebabkan polihidramnion adalah sebagai berikut:

  • Bunda memiliki riwayat penyakit diabetes gestasional.
  • Adanya kehamilan kembar dan sindrom transfusi kembar ke kembar.
  • Adanya kelainan janin bawaan, misalnya adalah janin tidak mampu menelan dan membuang air ketuban.
  • Adanya infeksi pada kehamilan.
  • Adanya masalah pada jantung janin.
  • Perbedaan rhesus darah Bunda dan janin (inkompatibilitas rhesus).

2. Kekurangan Air Ketuban

Kondisi air ketuban tidak normal selanjutnya adalah oligohidramnion atau kekurangan air ketuban. Oligohidramnion lebih banyak terjadi pada ibu hamil yang telah memasuki trimester terakhir. Adapun beberapa penyebab oligohidramnion adalah sebagai berikut:

  • Mengalami solusio plasenta.
  • Selaput ketuban pecah.
  • Adanya masalah pada janin dalam kandungan, seperti kelainan genetik.
  • Bunda mengalami komplikasi kehamilan, seperti dehidrasi, hipertensi, diabetes, hingga preeklamsia.
  • Usia kehamilan telah melebihi 42 minggu.
  • Adanya riwayat konsumsi obat-obatan tertentu, misalnya ACE.

Terjadinya oligohidramnion ini dapat Bunda ketahui setelah melalui pemeriksaan USG. Untuk membantu mengatasi kondisi tersebut, salah satu caranya adalah memperbanyak minum air putih melebihi asupan normalnya agar tidak mengalami dehidrasi. Di samping itu, dokter mungkin akan memberikan penanganan lainnya tergantung pada kondisi Bunda, misalnya adalah amnioinfusi.

Baca Juga  7 Penyebab Mual saat Hamil & Cara Mengatasinya, Yuk Simak!

3. Ketidaknormalan Warna Air Ketuban

Pada dasarnya, ketuban akan pecah saat telah mendekati waktu persalinan dan mengeluarkan cairan. Tanda air ketuban normal adalah cairannya berwarna bening agak keruh maupun kekuningan pucat. Di samping itu, air ketuban juga tidak mengeluarkan bau.

Akan tetapi, dalam kondisi normal, air ketuban bisa berwarna hijau. Kondisi ini terjadi karena telah bercampur feses pertama bayi yang baru keluar. Hal ini termasuk tanda bahaya, terlebih lagi ketika bayi menelannya, bisa mengalami aspirasi mekonium. Selain itu, kondisi tidak normal juga terjadi jika cairan berwarna cokelat akibat bercampur darah, memiliki tekstur kental, serta mengeluarkan aroma busuk. Ketika melihat tanda-tanda tersebut, sebaiknya Bunda lekas mengunjungi dokter agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.

4. Ketuban Pecah Dini

Kondisi air ketuban tidak normal yang terakhir adalah ketika ibu mengalami ketuban pecah dini pada usia kehamilan di bawah 37 minggu. Umumnya, semakin dini pecahnya air ketuban, maka risiko bagi kesehatan Bunda dan janin pun juga semakin meningkat. Nah, kondisi ini umumnya memiliki beberapa faktor penyebab. Adapun sejumlah penyebab ketuban pecah dini adalah sebagai berikut:

  • Bunda pernah mengalami kondisi yang sama pada kehamilan sebelumnya.
  • Pernah melakukan operasi maupun biopsi leher rahim (serviks).
  • Adanya infeksi pada leher rahim, rahim, maupun vagina.
  • Adanya peregangan kantong ketuban akibat polihidramnion maupun masalah lainnya.
  • Bunda memiliki kebiasaan merokok.

Apabila moms merasakan adanya air menetes maupun mengalir dari vagina, maka cek terlebih dulu menggunakan pembalut kering maupun kain kering. Apabila warnanya bening, encer, tidak menimbulkan bau, dan mempunyai jejak bintik-bintik pada kain, maka kemungkinan itu adalah air ketuban. Maka dari itu, segera kunjungi dokter untuk memperoleh penanganan yang tepat.

Baca Juga  Berapa Lama Pemulihan Pasca Operasi Caesar? Ini Tahapannya

Penutup

Itulah beragam informasi seputar tanda air ketuban cukup dan kondisinya ketika tidak normal. Pada dasarnya, menjaga air ketuban dalam jumlah normal adalah hal penting.

Pasalnya, ketika terjadi kekurangan maupun kelebihan air ketuban, justru dapat membahayakan kondisi janin. Selain itu, Bunda juga dapat menjaga kecukupan air ketuban dalam kandungan dengan menerapkan gaya hidup sehat. Nah, untuk mengetahui tips seputar kehamilan lainnya, langsung saja cek New Life!

Produk Pilihan
Bingung Mau Pilih Korset yang Mana?