fbpx

Masa Simpan ASI Perah & Tips Menyimpannya yang Tepat, Simak!

Masa Simpan ASI Perah & Tips Menyimpannya yang Tepat, Simak!

Bagi para ibu menyusui yang sibuk bekerja, mungkin akan sering memompa atau memerah ASI guna menjaga kebutuhan nutrisi si kecil. Namun, apakah ibu tahu berapa lama masa simpan ASI perah? Pasalnya, ASI yang tidak disimpan dengan baik cenderung mudah basi.

Maka dari itu, ibu perlu memperhatikan masa simpan ASI dan cara menyimpannya dengan tepat untuk membantu menjaga keawetannya. Nah, jika ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai daya simpan ASI, yuk simpan selengkapnya dalam artikel berikut!

Masa Simpan ASI Perah

Memerah ASI adalah hal lumrah dilakukan ibu menyusui ketika memiliki banyak kegiatan di luar rumah, seperti bekerja. Pasalnya, bayi membutuhkan nutrisi yang bersumber dari ASI. Untuk itu, ibu perlu memompa atau memerah ASI. Namun, ASI perah sendiri mempunyai batas waktu penyimpanan sendiri.

Masa simpan ASI perah di suhu ruang sekitar 25 hingga 26 derajat Celcius adalah selama 2 hingga 4 jam. Akan tetapi, jika ASI mempunyai kadar bakteri rendah, kemungkinan bisa bertahan sampai 6-8 jam saat ibu simpan di ruangan dengan suhu rendah. Di samping itu, masa simpan ASI perah di kulkas adalah sekitar 3-5 hari dan akan bertahan lebih lama saat ibu simpan dalam freezer.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah keterangan mengenai masa simpan ASI berdasarkan media penyimpanannya:

  • ASI yang dalam kondisi beku bisa bertahan hingga 2 minggu. Adapun penyimpanan yang aman untuk membekukan ASI, yaitu di kulkas 1 pintu atau 2 pintu.
  • ASI yang tersimpan di dalam freezer kulkas 2 pintu bisa bertahan hingga 3-6 bulan.
  • ASI yang tersimpan di dalam deep freezer dan jarang terbuka dapat bertahan hingga 6-12 bulan.

Nah, dari beberapa jenis penyimpanan di atas, ASI perah akan bertahan lebih lama jika ibu simpan dalam freezer khusus. Di samping itu, saat menyimpannya, pastikan untuk memberikan label berupa tanggal pemerahan ASI untuk mengetahui batas waktunya.

Baca Juga  8 Tips Perawatan Pasca Operasi Caesar agar Ibu Segera Pulih

Tips Menyimpan ASI Perah

Selain mengetahui masa simpan ASI, ibu juga perlu memahami tips menyimpannya dengan benar agar bisa bertahan lama. Adapun beberapa tips menyimpan ASI perah adalah sebagai berikut:

1. Mensterilkan Wadah Simpan ASI

Salah satu tips menyimpan ASI perah adalah adalah dengan mensterilkan wadah simpan ASI. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas ASI dan mencegah paparan bakteri. Ibu bisa mensterilkan botol kemasan ASI dan bagian pompa ASI yang bersentuhan dengan kulit menggunakan air panas mendidih atau merebusnya dalam waktu 5 menit.

Di samping merebusnya, ibu juga bisa memanfaatkan alat sterilisasi elektrik. Namun, dalam penggunaannya, pastikan untuk berhati-hati ketika membersihkan botol yang berbahan kaca, karena bisa membuatnya pecah. Di sisi lain, kantong plastik khusus ASI tak perlu ibu sterilisasi selama penyimpanannya sudah benar. 

2. Menjaga Kebersihan Tangan

Selain membersihkan wadah simpan ASI, ibu juga perlu menjaga kebersihan tangan. Hal itu bertujuan untuk mencegah bakteri terkontaminasi dalam ASI. Untuk ibu, ibu sebaiknya mencuci tangan terlebih dulu menggunakan sabun dan membasuhnya dengan air mengalir.

3. Mengisi Wadah ASI dalam Jumlah Sedikit

Cara menyimpan ASI perah selanjutnya adalah dengan mengisi wadah ASI dalam jumlah sedikit atau tidak terlalu banyak. Hal ini berfungsi untuk menghindari pemborosan dan membuat ASI lebih awet.

Maka dari itu, ibu bisa memilih wadah dengan takaran 60-100 ml atau jumlah yang sesuai dengan kebiasaan minum si kecil. Di samping itu, sisakan jarak 2-3 cm dari ruang atas, karena ASI cenderung mengembang ketika membeku.

4. Menghindari Botol Plastik

Tips menyimpan ASI perah lainnya adalah dengan menghindari penggunaan botol plastik yang memiliki simbol daur ulang nomor 7. Hal itu menunjukkan bahwa botol plastik ini mengandung BPA. Selain itu, ibu juga perlu menghindari kebiasaan menyimpan ASI menggunakan kantong plastik biasa atau botol sekali pakai.

Baca Juga  Perbedaan Stretch Mark Putih dan Merah serta Cara Mengatasinya

5. Menghindari Menyimpan di Pintu Kulkas

Tips menyimpan ASI perah yang terakhir adalah dengan menghindari menyimpannya di pintu kulkas atau freezer. Pasalnya, ketahanan ASI dipengaruhi oleh perubahan suhu. Padahal, aktivitas membuka dan menutup pintu kulkas dapat membuat perubahan suhu. Di sisi lain, apabila ibu merasa tidak akan menggunakan ASI yang baru diperah dalam kurun waktu 4 hari, sebaiknya lekas bekukan untuk menjaga kualitasnya.

Cara Memberikan ASI Perah

Selain mengetahui cara menyimpannya, ibu juga perlu memahami cara memberikan ASI perah kepada si kecil. Pasalnya, terdapat cara khusus agar kualitas ASI tetap terjaga. Adapun beberapa cara memberikan ASI perah pada si kecil adalah dengan menghangatkannya terlebih dulu. Berikut ini adalah tips menghangatkan ASI perah:

  • Menjaga wadah ASI agar tetap tertutup rapat.
  • Menempatkan wadah ke dalam mangkuk berisi air hangat selama beberapa menit. 
  • Cek suhu susu terlebih dulu sebelum memberikannya kepada si kecil dengan cara meneteskannya di tangan. Tujuannya adalah agar si kecil tidak kepanasan ketika meminumnya.
  • Hindari memanaskan ASI secara langsung di atas kompor atau microwave.
  • Aduk ASI terlebih dulu untuk mencampur lemaknya yang mungkin saja terpisah.

Apabila si kecil tidak menghabiskan ASI perah tersebut, ibu bisa menggunakannya lagi maksimal 2 jam setelah bayi menyusu. Setelah itu, sisa ASI tersebut harus ibu buang, karena kemungkinan sudah basi.

Penutup

Itulah sederet informasi seputar masa simpan ASI perah, tips menyimpan, hingga cara memberikannya pada bayi. Pada dasarnya, ASI perah mempunyai batas penyimpanan tergantung pada cara ibu dalam menyimpannya. Maka dari itu, ibu perlu lebih memperhatikannya agar tidak memberikan ASI basi pada anak. Nah, untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar cara merawat bayi lainnya, kunjungi situs  New Life!

Baca Juga  6 Cara Memperbanyak ASI saat Masih Hamil, Jaga Pola Makan!
Produk Pilihan
Bingung Mau Pilih Korset yang Mana?