fbpx

Makanan Pelancar ASI yang Bagus: Bolehkah Makan Ikan?

Makanan pelancar ASI yang bagus bisa kamu lihat dari asal bahan pembentuknya. Makanan yang berasal dari nabati dan hewani perlu kamu utamakan sebelum memilih makanan yang bercampur bahan kimia. Berikut beberapa pilihan bahan makanan yang bisa menjadi pertimbangan untukmu yang sedang mencari makanan pelancar ASI yang bagus.

Makanan Pelancar Asi yang Bagus

Makanan pelancar ASI yang bagus bisa kamu dapatkan dengan harga yang murah. Bahan-bahan makanan yang biasa kamu temukan sehari-hari ini ternyata memiliki manfaat yang baik untuk kamu yang sedang menyusui. Apa saja? Berikut selengkapnya.

1. Oat

makanan pelancar asi yang bagus

Biji-bijian seperti oat mengandung serat yang banyak di dalamnya. Zat ini bagus untuk pencernaan ibu dan bayi yang masih menyusu. Selain itu, oat juga memiliki betaglukan yang berguna untuk memicu hormon prolaktin dalam tubuh. Hormon ini lah yang bertugas untuk merangsang keluanya ASI. 

Mengonsumsi oat dengan kadar yang pas akan membuat kamu lebih mudah mengeluarkan air susu. Ditambah dengan vitamin B12, B6, dan kalsium mambuat oat menjadi makanan sehat yang membantu pertumbuhan tulang anak dengan baik.

2. Biji Wijen

makanan pelancar asi yang bagus

Biji wijen memiliki kandungan kalsium dan asam lemak esensial yang diperlukan tubuh kecil si bayi. Menambahkan biji wijen dalam menu asupan ibu menyusui akan menambah nutrisi pada anak. Biji wijen bisa kamu jadikan makanan pelancar ASI karena di dalam bahan makanan tersebut terdapat senyawa fitoestrogen.

3. Telurmakanan pelancar asi yang bagus

Protein di dalam telur menjadi kebutuhan nutrisi yang harus kamu masukan dalam daftar menu makan selama menyusui. Kandungan omega-3 dan asam folat berdampak baik untuk perkembangan otak bayi. Mengonsumsi telur ketika menyusui juga dapat memperlancar aliran ASI.

Baca Juga  5 Tanda Diare pada Bayi yang Perlu Ibu Waspadai, Yuk Catat!

4. Ikan

makanan pelancar asi yang bagus

Sama halnya dengan telur, ikan juga mengandung banyak protein dan omega-3. Mengonsumsi ikan yang tepat seperti salmon mampu menyiapkan kecerdasan otak anak.

Namun, selama menyusui kamu perlu memilah dan memilih jenis ikan yang akan kamu konsumsi. Pada beberapa ikan laut mengandung merkuri yang berbahaya jika sampai tersalurkan pada anak.

5. Daging Rendah Lemak

Daging juga bahan pangan yang menyimpan protein yang tinggi. Mengonsumsi daging yang rendah lemak akan membuat kamu lebih banyak pasokan ASI.

Kandungan lainnya dalam daging rendah lemak juga membuat kamu tidak mudah lapar sehingga tidak perlu takut berat badan akan naik secara drastis. Melalui pengolahan yang tepat, daging akan menjadi sumber nutrisi penuh gizi untuk kamu yang sedang menyusui.

6. Roti Gandum

makanan pelancar asi yang bagus

Roti gandum memiliki kandungan yang sama dengan biji-bijian yang telah disebutkan sebelumnya. Asam folat pada bahan makanan satu ini bagus untuk bayi kamu.

Roti gandum pun bisa kamu konsumsi bersamaan dengan telur atau menu makanan pendamping yang bisa memaksimalkan produksi ASI selama menyusui. 

Itulah beberapa makanan pelancar ASI yang bagus. Mungkin sebagian dari kamu bertanya kenapa ada ikan dalam daftar menu. Hal ini karena masih ada orang yang beranggapan bahwa mengonsumi ikan selama menyusui tidaklah baik. Namun, benarkah demikian? Mitos atau fakta? Berikut penjelasan lebih lanjutnya.

Mitos Ibu Menyusui

Di antara para orang tua yang baru pertama kali memiliki anak mungkin masih awam masalah hal yang boleh dan tidak selama ibu menyusui. Itu sebabnya mereka kadang masih bingung dalam membedakan informasi yang benar dan tidak.

Berikut beberapa informasi yang ternyata hanya mitos bagi ibu menyusui:

Baca Juga  Berikut Jus yang Bagus Dikonsumsi oleh Ibu Hamil!

1. Makan Ikan Membuat ASI Amis

Makan ikan membuat ASI amis ternyata hanyalah mitos. Hal ini masih belum ada penelitian yang membuktikan kebenarannya. Justru sebaliknya, makan ikan ketika menyusui akan berdampak baik pada bayi karena di dalam ikan terdapat omega-3 yang bermanfaat bagi perkembangan otak anak. 

Namun, kamu perlu memerhatikan jenis ikan dan cara pengolahannya. Hindari makan ikan yang mengandung merkuri atau mengonsumsi ikan secara mentah untuk mencegah adanya bakteri yang mungkin menjangkit dan menyebar pada bayi.

2. Payudara Kecil Tanda ASI yang Sedikit

Mitos kedua adalah payudara yang kecil akan menghasilkan ASI yang sedikit pula. Hal ini sepenuhnya salah karena jumlah ASI tidak dipengaruhi oleh ukuran payudara. Kadar ASI bisa melimpah atau kurang tergantung asupan yang ibu konsumsi. Semakin sehat makanan dan minuman yang masuk akan menghasilkan ASI yang sehat pula.

3. ASI Encer Berarti Kualitasnya Jelek

Tekstur ASI secara normal memang tidak selalu kental. Hal ini tergantung kadar protein dan laktosa di dalamnya. Artinya, ASI yang encer tidak menunjukkan kualitas yang jelak.

4. Memberikan ASI Menyebabkan Payudara Kendur

Mitos terakhir sudah pasti banyak orang yang mendengarnya. Ada yang mengatakan bahwa memberi ASI dapat menyebabkan payudara kendur. Hal ini tidaklah tepat. Payudara yang kehilangan kekencangannya terjadi karena selama hamil terjadi pembesaran akibat hormon, dan hormon tersebut perlahan lepas sejak bayi lahir. Maka hal itulah yang justru menyebabkan payudara kembali ke bentuk semula. 

Fakta baiknya adalah memberikan ASI pada bayi justru dapat mengurangi risiko kanker payudara, membuat berat badan ibu lebih stabil, dan memaksimalkan nutrisi yang bisa diperoleh bayi.

Itulah beberapa mitos tentang ibu menyusui yang masih beredar. Kenali fakta dan mitosnya agar kamu lebih bijak menentukan apa yang seharusnya kamu lakukan untuk kebaikan diri sendiri dan bayi.

Baca Juga  Tanda-tanda Kontraksi Melahirkan yang Perlu Diwaspadai

Penutup

Makanan pelancar ASI yang bagus tidak selalu harus mahal. Kamu bisa menemukan bahan makanan yang baik untuk kamu konsumsi dengan menu sehari-hari. Makan ikan juga pilihan yang baik, karena di dalamnya terdapat manfaat yang kaya akan manfaat untuk tumbuh kembang bayi.

Untuk menemukan informasi seputar ibu dan anak lainnya bisa kamu temukan di New Life.

Produk Pilihan
Bingung Mau Pilih Korset yang Mana?