fbpx

Cara Mengatasi Hiperlaktasi dengan 5 Metode

Cara mengatasi hiperlaktasi bisa dengan beberapa metode. Kamu bisa menerapkannya ketika mengalami kondisi tersebut. Apa saja? Cobalah beberapa rekomendasi untuk menangani hiperlaktasi berikut. 

Cara Mengatasi Hiperlaktasi

Hiperlaktasi adalah kondisi ketika ASI keluar terus menerus meski tidak ada rangsangan karena adanya lonjakan produksi air susu yang terjadi di dalam payudara. Walau tidak berbahaya, hal ini cukup mengganggu. Maka, jika kamu ingin menanggulanginya dapat dengan menerapkan beberapa cara berikut.

1. Menghindari Suplemen ASI

Jika kamu sebelumnya adalah pengguna suplemen untuk meningkatkan produksi ASI, kamu bisa mencoba untuk berhenti mengonsumsinya. Suplemen ASI biasana berisikan senyawa yang meningkatkan laktasi. Laktasi inilah yang bertugas mendorong proses pembuatan air susu ibu.

Dengan menghentikan penggunaan suplemen tersebut, kamu bisa melihat perkembangannya apakah terdapat penurunan jumlah ASI atau tidak. Jika masih tak membaik coba hubungi dokter yang memberi rekomendasi suplemen tersebut sebelumnya untuk mendapatkan solusi lebih lanjut.

2. Teknik Block Feeding

Teknik block feeding merupakan cara menyusui dengan membiarkan bayi menyusu pada satu payudara selama beberapa jam sebelum mengganti ke salah satu sisinya. Cara kerja metode ini sebenarnya dengan mengurangi rangsangan pada payudara secara bergantian dengan tujuan untuk membuat tubuh sadar secara alami bahwa produksi ASI yang terjadi telah cukup.

Metode ini juga memiliki manfaat baik bagi bayi karena dengan cara menyusui tersebut, kualitas ASI yang keluar akan lebih baik dan mengandung lebih banyak lemak dan protein sehingga bayi merasa kenyang lebih lama.

3. Menggunakan Breast Pad

Breast pad  adalah sebuah bantalan tambahan yang bisa kamu gunakan pada payudara. Menggunakan breast pad sebenarnya tidak akan berpengaruh banyak pada kondisi hiperlaktasi. Namun, benda ini bisa membuat kamu lebih nyaman ketika keluar rumah. 

Baca Juga  8 Panduan Perawatan Bayi Prematur agar Tetap Sehat, Simak!

Breast pad dapat mencegah cairan yang keluar untuk membasahi pakaianmu. Dengan menggunakannya kamu bisa tetap tampil percaya diri tanpa takut pakaian basah oleh ASI.

4. Kompres Air Dingin

Jika kamu mengalami hiperlaktasi selama fase menyusui, salah satu yang akan kamu rasakan adalah payudara terasa kencang dan terdapat nyeri di beberapa titik payudara. Untuk mengatasi hal tersebut, kamu bisa mengompresnya dengan air dingin.

Mengompres payudara dengan air dingin dapat meringankan pembengkakan serta berguna untuk mencegah mastitis.

5. Menyusui Bayi Sebelum Lapar

Cara terakhir untuk mengatasi kondisi hiperlaktasi adalah membiasakan memberikan ASI sebelum bayi lapar. Kamu bisa menyusui ketika bayi baru bangun tidur karena pada waktu ini biasanya perut bayi masih sedikit terisi.

Menyusui bayi sebelum lapar bertujuan agar bayi menyusu dengan gerakan perlahan. Hal ini untuk mengurangi rangsangan berlebih pada payudara sehingga produksi ASI dapat berkurang secara bertahap.

Itulah beberapa cara mengatasi hiperlaktasi pada ibu menyusui. Kamu bisa mencobanya jika memang perlu. Kondisi ASI yang melimpah memang sebuah berkah bagi orang yang mengalami ketidaklancaran ASI. Namun, hal ini juga sebuah kondisi yang tidak normal dan perlu disiasati. Jika kamu memiliki ASI yang berlebih dan berniat menyimpan sebagai persediaan, berikut beberapa tipsnya.

Tips Menyimpan ASI

Menyimpan ASI tidak boleh sembarangan. Jika salah caranya, akan membuatnya cepat basi dan harus terbuang percuma. Berikut beberapa tips dalam menyimpan ASI agar kamu yang memiliki ASI berlebih tidak membiarkannya sia-sia.

1. Simpan di Lemari Pendingin

Menyimpan ASI di lemari pendingin akan membuatnya lebih tahan lama. Pada kondisi suhu ruang, ASI hanya akan bertahan kurang lebih 4 jam. Namun, jika kamu menaruhnya di dalam kulkas dapat bertahan hingga 24 jam.

Baca Juga  12 Efek Samping Operasi Caesar pada Ibu dan Bayi, Waspada!

2. Maksimal Penyimpanan 4 Jam

Jika kamu adalah tipe ibu yang tidak suka banyak menyimpan cadangan ASI di rumah, maka kamu bisa memerah sedikit-sedikit saja. Memerah terlalu banyak dengan tujuan untuk sekali penyusuan akan membuat banyak ASI yang kamu sisakan. Selain itu, jangan membiarkan ASI berada dalam suhu ruang lebih dari 4 jam. 

Jika terdapat sisa ASI yang tidak berniat untuk kamu simpan di kulkas, sebaiknya segera buang. ASI yang telah 4 jam tanpa bantuan lemari pendingin sudah tidak berkualitas lagi dan cenderung basi.

3. Jangan Mencampur ASI Lama dan Baru

Tips ketiga yaitu jangan menyimpan ASI baru dengan yang lama dalam satu wadah yang sama. Mencampurkan dua ASI yang berbeda waktu ini bisa mempercepat masa basi. Jika kamu ingin mencampurnya, pastikan kedua ASI tersebut sudah dalam suhu dingin yang sama.

Itulah beberapa tips dalam penyimpanan ASI. Teknik penyimpanan yang benar akan membuat usia ASI lebih panjang sehingga tidak cepat terbuang. 

Penutup

Cara mengatasi hiperlaktasi bisa dengan beberapa metode. Hiperlaktasi merupakan kondisi di mana ibu yang sedang menyusui mengalami kelebihan aliran ASI. Untuk menghindari ASI yang terbuang sia-sia, kamu bisa menyimpannya dengan botol susu. Lakukan cara penyimpanan yang benar agar tidak cepat basi.

Untuk menemukan informasi lainnya seputar ibu menyusui, yuk bekunjung ke New Life.

Produk Pilihan
Bingung Mau Pilih Korset yang Mana?