fbpx

7 Proses Bayi Tabung yang Perlu Ibu Ketahui dan Persiapannya

7 Proses Bayi Tabung yang Perlu Ibu Ketahui dan Persiapannya

Program bayi tabung adalah suatu solusi bagi pasangan yang kesulitan untuk mempunyai anak secara alami. Proses bayi tabung sendiri dilakukan dengan menggabungkan sel telur serta sperma di luar tubuh dalam wadah khusus, lalu mentransfernya kembali ke rahim saat sudah menjadi embrio.

Prosedur ini memang cukup berisiko bagi Bunda. Meski begitu, apabila Bunda mempersiapkannya dengan matang sesuai instruksi dokter, kemungkinan peluangnya pun juga meningkat. Nah, untuk mengetahui proses bayi tabung lebih lengkapnya, yuk simak artikel berikut ini!

Proses Bayi Tabung

Pada dasarnya, untuk menjalani program bayi tabung, terdapat beberapa tahapan yang perlu Bunda dan pasangan lalui. Adapun beberapa proses bayi tabung adalah sebagai berikut.

1. Induksi Ovulasi

Salah satu proses bayi tabung adalah melakukan induksi ovulasi yang membutuhkan waktu sekitar 1-2 minggu sebelum mengambil sel telur Bunda. Induksi sendiri akan dokter lakukan dengan pemberian beberapa obat-obatan, antara lain:

  • Memberikan Follicle-Stimulating Hormone (FSH), Luteinizing Hormone (LH), maupun keduanya untuk menstimulasi ovarium.
  • Memberikan hormon beta hCG pada 8 hingga 14 hari pasca suntikan hormon. Tujuannya adalah untuk membantu mempercepat proses pematangan sel telur apabila sudah melalui tahap pengambilan.
  • Memberikan obat penekan ovarium prematur. Tujuannya adalah untuk menunda pelepasan sel telur lebih awal dari ovarium.
  • Memberikan hormon progesteron sintetis untuk menyiapkan dinding rahim sebagai tempat melekatnya embrio.

Di samping itu, dokter juga akan melakukan USG transvaginal secara teratur. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pertumbuhan sel telur dalam rahim. Di sisi lain, Bunda pun juga akan menjalani tes darah guna mengukur tingkat hormon estrogen serta progesteron dalam tubuh.

2. Mengambil Sel Telur

Setelah melakukan induksi ovulasi, Bunda akan melalui tahap pengambilan sel telur atau aspirasi folikular. Cara pengambilannya sendiri adalah menggunakan jarum kecil dengan bantuan USG transvaginal. Apabila prosedur melalui vagina tidak memungkinkan, dokter akan melakukan alternatif lainnya, yaitu dengan menyayat dinding perut dalam ukuran kecil, lalu memasukkan jarum kecil. Prosedur ini juga membutuhkan bantuan USG.

Baca Juga  Penyakit Tiroid pada Kehamilan: Apa yang Harus Dilakukan?

Apabila dokter berhasil mengambilnya, maka akan melalui tahap pengujian kualitas sel telur terlebih dulu dan memilihnya yang sudah matang. Selanjutnya, sel telur yang matang tersebut perlu disimpan terlebih dulu dalam wadah inkubasi yang berisi cairan khusus.

3. Mengambil Sel Sperma

Prosedur program kehamilan IVF selanjutnya adalah mengambil sel sperma dari pria. Pengambilan sperma ini menggunakan cara masturbasi atau pengambilan langsung dari testis dengan memanfaatkan jarum. Setelah itu, sel telur dan sperma akan masuk ke dalam tahap fertilisasi.

4. Fertilisasi

Proses bayi tabung lainnya adalah fertilisasi atau pembuahan. Proses ini terjadi dengan adanya peleburan inti sel gamet laki-laki atau sperma dengan inti sel gamet perempuan (ovum) untuk menghasilkan zigot. Cara pembuahannya sendiri terdiri dari dua cara, antara lain, yaitu.

  • Inseminasi, yaitu prosedur untuk mencampurkan sel telur serta sperma sehat untuk membentuk embrio yang biasanya terjadi selama semalam.
  • ICSI atau Intracytoplasmic Sperm Injection, yaitu prosedur yang dilakukan dengan cara menyuntikkan satu sperma sehat ke dalam sel telur menggunakan jarum mikroskopik. Cara ini adalah alternatif yang bisa Bunda pilih apabila prosedur inseminasi ternyata gagal atau sperma memiliki kualitas yang kurang baik.

5. Kultur Embrio

Proses bayi tabung lainnya adalah melakukan kultur embrio. Cara ini akan dokter lakukan dengan mengevaluasi perkembangan embrio. Selanjutnya, dokter akan memilih embrio yang mempunyai kondisi sehat untuk mentransfernya ke dalam rahim.

6. Pemindahan Embrio

Prosedur bayi tabung selanjutnya adalah melakukan pemindahan embrio ke dalam rahim. Tahap ini umumnya membutuhkan waktu sekitar 3-5 hari pasca pengambilan sel telur, karena perlu menunggu embrio mulai berkembang terlebih dulu. Di samping itu, dokter pun juga akan memeriksa kondisi embrionya untuk memastikan, apakah ada kelainan kromosom atau tidak.

Baca Juga  Yuk Intip Cara Menghitung Usia Kehamilan!

Adapun cara pemindahan embrio adalah dengan menyuntikkan satu atau lebih embrio ke dalam rahim Bunda melalui kateter. Hasil pemindahan ini umumnya akan berhasil apabila embrio telah menempel atau tertanam pada dinding rahim. Proses ini disebut dengan istilah implantasi yang umumnya terjadi dalam kurun waktu 6-10 hari pasca pentransferan.

7. Pasca Prosedur Bayi Tabung

Setelah menjalani prosedur bayi tabung, Bunda juga perlu memperhatikan aktivitas sehari-hari. Pada dasarnya, Bunda bisa menjalani kehidupan normal seperti biasanya. Namun, selayaknya ibu hamil lainnya, Bunda perlu membatasi aktivitas berat untuk menghindari risiko kelelahan, karena bisa menimbulkan rasa tidak nyaman pada rahim.

Selain itu, Bunda juga perlu memperhatikan beberapa efek sampingnya, seperti nyeri payudara, sembelit, kram perut, perut kembung, hingga keluar cairan bening atau bercak darah dari vagina. Di samping itu, untuk membantu memaksimalkan keberhasilannya, dokter juga akan memberikan hormon progesteron sintetis dalam bentuk pil maupun suntikan. Selanjutnya, Bunda bisa secara rutin berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui perkembangan embrionya.

Persiapan Sebelum Bayi Tabung

Sebelum menjalani program bayi tabung, terdapat beberapa persiapan yang perlu Bunda dan pasangan lakukan. Persiapan ini umumnya berkaitan dengan pemeriksaan kesehatan. Adapun beberapa bentuk persiapan yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut.

  • Menjalani ovarian reserve testing, yaitu tes yang berfungsi untuk menilai kualitas sel telur dengan mengukur kadar estrogen, Anti-Mullerian Hormone (AMH), serta Follicle-Stimulating Hormone (FSH) pada awal siklus menstruasi.
  • Melakukan skrining tripel eliminasi penyakit menular, seperti hepatitis B, sifilis, serta HIV.
  • USG panggul apabila diperlukan.
  • Melakukan pemeriksaan dinding rahim serta struktur dalam rongga rahim melalui USG maupun histeroskopi, yaitu memasukkan selang lentur ke dalam vagina untuk mengecek kondisi bagian dalam rahim serta serviks.
  • Melakukan percobaan pemindahan embrio tiruan yang berfungsi untuk mengecek ketebalan rongga rahim sekaligus menentukan metode yang paling tepat untuk mentransfer embrio.
  • Melakukan analisis sperma untuk mengecek kualitas, bentuk, serta jumlah sperma pada pria.
Baca Juga  Apa itu Bayi Sungsang? Simak Jenis Posisi dan Penyebabnya!

Di samping melakukan beberapa persiapan di atas, Bunda dan pasangan juga harus menjaga kesehatan tubuh saat hendak menjalani program bayi tabung guna meningkatkan peluangnya. Bukan hanya itu, Bunda juga memastikan kesehatan finansial tetap aman. Pasalnya, program kehamilan ini memiliki biaya yang tak murah, lho.

Penutup

Demikian penjelasan mengenai proses bayi tabung yang bisa Bunda dan pasangan lakukan. Selama menjalani program kehamilan ini, Bunda perlu menerapkan gaya hidup sehat dan mengelola stres untuk meningkatkan peluang keberhasilannya.

Selain itu, rajinlah untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan mengenai kesehatan Bunda dan kandungan. Nah, untuk mengetahui sejumlah tips menjaga kesehatan kandungan, Bunda bisa mengikuti website New Life!

Produk Pilihan
Bingung Mau Pilih Korset yang Mana?