fbpx

Tanda Gumoh pada Bayi & Perbedaannya dengan Muntah, Simak!

Tanda Gumoh pada Bayi & Perbedaannya dengan Muntah, Simak!

Gumoh adalah kondisi yang rentan terjadi pada bayi ketika cairan keluar dari kerongkongan. Kondisi ini mirip dengan muntah, tetapi bukan tergolong sebagai gejala yang berbahaya. Adapun penyebab bayi gumoh adalah karena perkembangan saluran pencernaannya belum maksimal, sehingga rentan membuat cairan atau makanan di dalamnya keluar kembali.

Pada dasarnya, gumoh akan terjadi di usia 0-6 bulan. Nah, untuk memahami lebih lanjut seputar penyebab bayi gumoh dan ciri-cirinya, yuk simak dalam artikel berikut!

Tanda Gumoh pada Bayi

Gumoh adalah suatu kondisi keluarnya cairan dari perut ke kerongkongan yang membuat bayi seperti muntah. Hal ini terjadi karena kondisi saluran pencernaan bayi belum sempurna, sehingga ASI atau makanan yang baru tertelan bisa naik kembali ke kerongkongan dan keluar lewat mulut. Biasanya, gumoh juga dapat disertai dengan gejala lain, seperti batuk, cegukan, maupun sendawa.

Di samping itu, gumoh pada bayi juga mempunyai frekuensi yang bervariasi, bisa jarang terjadi, bahkan juga terdapat anak yang sering gumoh setiap kali minum ASI maupun makan. Adapun beberapa tanda gumoh pada bayi yang normal adalah sebagai berikut:

  • Berat badan bayi tetap bisa bertambah secara normal.
  • Bayi tidak mengalami sesak napas maupun rewel.
  • Bayi tetap merasa nyaman.
  • Bayi tidak kehilangan nafsu makan dan mau menyusu.

Beberapa tanda gumoh di atas tergolong normal dan menandakan jika si kecil dalam kondisi sehat. Namun, ibu tetap perlu khawatir apabila si kecil menunjukkan tanda-tanda lain saat gumoh, yakni demam, sesak napas, susah makan, maupun cairan yang keluar bercampur dengan darah atau cairan berwarna kuning. Apabila si kecil menunjukkan gejala tersebut, sebaiknya ibu segera mengunjungi dokter untuk memeriksakannya serta memperoleh penanganan yang tepat.

Baca Juga  Mengenal Ambeien pada Ibu Hamil dan Ciri-cirinya, Yuk Catat!

Perbedaan Gumoh dengan Muntah 

Beberapa ibu mungkin mengira jika gumoh dan muntah adalah dua kondisi yang sama. Padahal, keduanya adalah masalah yang berbeda. Adapun perbedaan gumoh dan muntah adalah sebagai berikut.

1. Gumoh

Gumoh adalah kondisi ketika bayi mengeluarkan cairan berupa susu yang telah diminumnya. Kondisi ini memang mirip dengan muntah, tetapi bayi tidak merasa kesakitan. Adapun penyebabnya adalah karena ukuran lambung bayi yang masih kecil, sehingga tidak dapat menampung susu yang kelebihan.

Umumnya, gumoh pada bayi terjadi pada usia 0-3 bulan dengan variasi yang berbeda-beda. Gumoh yang normal akan terjadi usai menyusui dan bisa berlangsung kurang dari 3 menit. Adapun volume susu yang keluar pun beragam, rata-rata adalah sekitar 1-2 sendok makan.

2. Muntah

Di sisi lain, muntah adalah keluarnya makanan atau cairan yang telah si kecil telan dari mulutnya. Apabila si kecil mengeluarkan cairan lebih dari 10 ml dengan cara menyemburkannya dan memicu perut kontraksi, maka bayi mengalami muntah. Dalam beberapa kondisi, bayi bisa mengeluarkan cairan melalui hidung. Biasanya, muntah menandakan jika si kecil sedang mengalami gangguan pencernaan maupun masalah kesehatan lainnya.

Cara Mengatasi Gumoh pada Bayi

Pada umumnya, gumoh memang kondisi yang normal bagi setiap bayi sekitar usia 0-6 bulan. Meski begitu, ibu tetap perlu menanganinya dengan tepat. Adapun beberapa cara mengatasi gumoh pada bayi adalah sebagai berikut:

1. Memberikan ASI Secukupnya

Salah satu cara mengatasi si kecil yang gumoh adalah memberikan ASI secukupnya. Sebab, pemberian ASI yang terlalu banyak bisa membuat perut bayi penuh dan memicu gumoh. Untuk itu, ibu bisa berinisiatif dengan menyusui bayi sedikit demi sedikit, tetapi lebih sering. Selain itu, buat pula bayi bersendawa di tengah menyusui agar perutnya tidak kembung.

Baca Juga  5 Ciri-Ciri Air Ketuban Keluar yang Harus Ibu Hamil Ketahui

2. Memosisikan Kepala Bayi Lebih Tegak Pasca Menyusu

Cara mengatasi gumoh pada bayi berikutnya adalah dengan memosisikan kepala si kecil lebih tegak pasca menyusu. Hal ini membantu untuk melancarkan proses pencernaan ASI maupun makanan yang si kecil konsumsi. Ibu dapat mempertahankan posisi tersebut selama 20-30 menit.

3. Memastikan Bayi Tidak Tidur Tengkurap

Cara mengatasi gumoh pada bayi selanjutnya adalah dengan memastikan si kecil tidak tidur tengkurap setelah menyusu. Sebab, ASI belum terserap dengan sempurna di sistem pencernaan bayi, sehingga berisiko naik kembali ke kerongkongan. Maka dari itu, sebaiknya ibu mendudukkan atau menggendong si kecil dulu selama kurang lebih 20 hingga 30 menit.

Setelah itu, ibu dapat menidurkan si kecil dengan posisi telentang dan letakkan kepalanya lebih tinggi daripada tubuh serta kakinya. Di samping itu, tidur tengkurap usai makan atau minum ASI justru bisa meningkatkan risiko Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS).

4. Memperhatikan Ukuran Dot

Cara mengatasi gumoh pada bayi yang terakhir adalah dengan memperhatikan ukuran dot untuk si kecil. Pada dasarnya, ukuran dot yang terlalu besar justru juga membuat susu bisa keluar terlalu banyak. Nah, kondisi tersebut justru bisa membuat si kecil tersedak dan gumoh.

Selain itu, upaya lain yang bisa ibu lakukan adalah dengan memperhatikan asupan makanan sehari-hari. Pasalnya, makanan yang ibu konsumsi bisa terserap ke dalam ASI. Apabila ibu mengonsumsi makanan yang tidak si kecil toleransi, maka berisiko menimbulkan alergi dan gumoh.

Penutup

Berdasarkan penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa gumoh pada bayi termasuk kondisi yang wajar terjadi. Meski begitu, ibu tetap perlu mengatasinya agar si kecil tidak merasa terganggu. Di samping itu, ketika si kecil menunjukkan gejala lain, seperti gumoh yang tak kunjung berhenti meskipun telah berusia 6 bulan, sebaiknya lekas kunjungi dokter. Nah, untuk mengetahui informasi lain tentang masalah pada bayi, yuk kunjungi langsung situs New Life!

Baca Juga  Keputihan Saat Hamil: Penyebab dan Solusi Terbaik
Produk Pilihan
Bingung Mau Pilih Korset yang Mana?