fbpx

Tanda Denyut Jantung Janin Normal Berdasarkan Usia Kehamilan

Tanda Denyut Jantung Janin Normal Berdasarkan Usia Kehamilan

Setiap ibu hamil tentu menginginkan denyut jantung janin normal. Pasalnya, hal ini menjadi tanda bahwa si kecil dalam kondisi sehat. Di samping itu, mendengarkan denyut jantung janin juga akan membuat ibu merasa senang, seolah-olah bisa berkomunikasi dengan si kecil.

Nah, untuk mengetahuinya, ibu bisa mengeceknya melalui tes USG. Untuk memahami lebih lanjut seputar tanda denyut jantung janin normal, cek selengkapnya di artikel ini!

Tanda Denyut Jantung Janin Normal

Selama masa kehamilan, dokter umumnya akan memeriksa detak jantung bayi secara teratur. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatannya serta memantau apabila kemungkinan terdapat masalah kesehatan. Nah, detak jantung janin sendiri bisa diketahui berdasarkan usia kehamilan. Berikut ini adalah tanda-tanda denyut jantung janin normal:

1. Trimester Pertama

Salah satu tanda denyut jantung janin normal telah bisa ibu hamil ketahui sejak trimester pertama. Jantung bayi umumnya telah berkembang mulai minggu kelima kehamilan. Di usia kehamilan ini, umumnya jantung bisa berdetak dengan lambat. Seminggu setelahnya, denyut jantung rata-rata bayi kurang lebih sekitar 100 bpm.

2. Trimester Kedua

Tanda detak jantung janin normal selanjutnya bisa ibu lihat saat memasuki trimester kedua kehamilan atau sekitar minggu kesembilan. Pada umumnya, denyut jantung akan meningkat, yaitu sekitar 140-170 bpm. Memasuki minggu ke-12 kehamilan, denyut jantung akan menjadi sedikit melambat.

Sepanjang trimester kedua, rata-rata denyut jantung janin normal adalah sekitar 100 hingga 160 bpm. Meski begitu, angka tersebut bisa berbeda-beda pada setiap bayi. Perbedaannya kemungkinan sekitar 5 sampai 25 bpm.

3. Trimester Ketiga

Memasuki trimester ketiga, denyut jantung janin normal akan berada di kisaran 110 hingga 160 bpm. Akan tetapi, angka tersebut cenderung akan menurun dalam 10 minggu terakhir masa kehamilan. Pasalnya, janin telah bergerak menuju area panggul.

Baca Juga  Penyebab Bayi Keracunan Air Ketuban & Bahayanya, Yuk Simak!

Denyut jantung bayi ini umumnya akan mengalami perubahan sepanjang hari akibat aktivitas yang dilakukan si kecil. Biasanya, ketika bayi dalam kandungan sedang banyak bergerak, maka denyut jantungnya cenderung akan meningkat. Sementara itu, ketika sedang tidur, denyut jantungnya akan menurun.

Denyut Jantung Janin Abnormal

Pada beberapa kasus, detak jantung janin juga bisa mengalami kondisi yang abnormal, seperti terlalu cepat atau terlalu lambat. Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa faktor, antara lain yaitu:

1. Takikardia

Salah satu penyebab denyut jantung janin abnormal adalah takikardia. Kondisi tersebut terjadi ketika detak jantung janin berada di atas 160 bpm. Pada umumnya, kondisi tersebut bersifat sementara. Namun, apabila terjadi dalam waktu yang cukup lama, hal itu bisa menandakan masalah lain pada janin.

2. Bradikardia

Penyebab detak jantung janin tidak normal berikutnya adalah karena masalah bradikardia. Kondisi tersebut terjadi saat denyut jantung janin cenderung lebih lambat, yaitu sekitar 110 bpm. Pada umumnya, kondisi ini juga berlangsung sementara.

3. Blok Atrioventrikular

Penyebab denyut jantung janin abnormal lainnya adalah karena blok atrioventrikular. Kondisi tersebut menandakan bahwa terdapat penurunan denyut jantung janin dari kondisi normalnya. Pada dasarnya, hal ini terjadi karena adanya kelainan jantung bawaan maupun adanya penyakit lupus yang bumil alami.

4. Kontraksi Prematur

Penyebab detak jantung janin tidak normal yang terakhir adalah karena adanya kontraksi prematur. Kondisi ini termasuk sebagai kelainan detak jantung yang dialami bayi dalam kandungan berusia 4 bulan. Akan tetapi, kondisi ini juga dapat terjadi ketika kehamilan telah memasuki trimester ketiga. Saat mengalami ini, denyut jantung si kecil dalam kandungan umumnya akan terasa lebih cepat.

Pada umumnya, kondisi denyut jantung janin abnormal berlangsung sementara. Di samping itu, kebanyakan kasus tidak membutuhkan pengobatan khusus. Meskipun demikian, dokter umumnya akan menyarankan ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan lanjutan demi mendeteksi kemungkinan adanya kelainan pada denyut jantung si kecil.

Baca Juga  Pentingnya Jus Wortel untuk Ibu Hamil!

Cara Mengetahui Denyut Jantung Janin

Nah, untuk mengetahui denyut jantung janin bayi dalam kandungan, terdapat beberapa cara yang bisa ibu lakukan. Berikut ini adalah cara mengetahui denyut jantung janin yang bisa ibu lakukan.

1. Pemantauan Internal

Salah satu cara mengetahui denyut jantung janin adalah melalui pemantauan internal. Cara ini bisa dokter lakukan dengan memanfaatkan elektroda (kawat tipis) yang akan dipasang ke bagian kepala si kecil.

Kabel tersebut kemudian akan dokter masukkan ke dalam rahim ibu melalui vagina, lalu dokter tempelkan ke bagian kepala janin guna mendengarkan denyut jantungnya. Setelah itu, hasil denyut jantung bayi bisa tampak pada layar monitor.

2. Pemantauan Eksternal

Pemantauan denyut jantung janin secara eksternal bisa menggunakan alat pendengar detak jantung janin, yaitu USG Doppler. Alat tersebut bisa membantu untuk mendengar serta merekam denyut jantung janin lewat abdomen bumil. Selain itu, USG Doppler juga banyak digunakan untuk memeriksa denyut jantung bayi ketika proses melahirkan.

Untuk menggunakannya, transduser atau probe ultrasound akan dokter letakkan ke perut bumil, khususnya di area jantung bayi. Fungsi dari transduser adalah untuk mengirimkan suara denyut jantung bayi ke komputer. Nah, denyut serta polanya bisa ibu lihat melalui layar.

Penutup

Demikian sederet informasi berkaitan dengan tanda denyut jantung janin normal yang perlu ibu ketahui. Pada dasarnya, janin yang memiliki denyut jantung normal pertanda bahwa si kecil dalam kondisi sehat. Nah, untuk mendukung kesehatan kandungan, ibu bisa melakukan sejumlah upaya, seperti mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga ringan secara teratur, serta rutin kontrol ke dokter. Untuk mengetahui informasi lengkap seputar kesehatan kandungan lainnya, cek terus situs New Life!

Baca Juga  9 Rekomendasi Makanan yang Baik untuk Ibu Hamil, Yuk Simak!
Produk Pilihan
Bingung Mau Pilih Korset yang Mana?