fbpx

Syarat Ibu Hamil Naik Pesawat dan Cara Menghindari Risikonya

Syarat Ibu Hamil Naik Pesawat dan Cara Menghindari Risikonya

Para ibu hamil mungkin banyak yang bertanya terkait keamanan untuk naik pesawat di masa kehamilan. Pada dasarnya, selama memperhatikan syarat ibu hamil naik pesawat, maka kondisi kandungannya kemungkinan akan tetap aman. Itulah mengapa, bumil perlu memperhatikan setiap peraturan yang ditetapkan setiap maskapai.

Sebab, setiap maskapai penerbangan umumnya memiliki peraturan yang berbeda-beda terkait ibu hamil naik pesawat. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut seputar syarat ibu hamil naik pesawat, yuk simak artikel berikut ini!

Syarat Ibu Hamil Naik Pesawat

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, setiap maskapai penerbangan mempunyai peraturan yang berbeda terkait syarat ibu hamil naik pesawat. Untuk itu, bumil perlu memperhatikannya sebelum memutuskan untuk bepergian.

Adapun beberapa syarat ibu hamil naik pesawat adalah sebagai berikut:

1. Ketentuan Pesawat Lion Air

Salah satu maskapai penerbangan yang menyiapkan persyaratan khusus adalah Lion Air. Pada dasarnya, seluruh penumpang yang sedang hamil wajib menandatangani surat pernyataan pembebasan tanggung jawab.

Sementara itu, untuk bumil yang memiliki usia kandungan di atas 28 minggu, perlu menyerahkan surat keterangan sehat dari dokter. Di sisi lain, ibu hamil yang usia kandungannya melebihi 36 minggu, maka tidak memperoleh izin untuk melakukan penerbangan.

2. Ketentuan Pesawat Citilink

Bagi ibu hamil yang hendak naik maskapai penerbangan Citilink, terdapat beberapa syarat penerbangan, antara lain yaitu.

  • Bagi ibu hamil yang memiliki usia kandungan di bawah 32 minggu dan 32-36 minggu, maka perlu menyiapkan Surat Pernyataan Pertanggungjawaban Terbatas atau Form of Indemnity serta surat keterangan medis yang dokter keluarkan. Umumnya, surat keterangan medis berlaku selama 7 hari.
  • Sementara itu, bagi ibu hamil dengan usia kandungan di atas 36 minggu, maka maskapai penerbangan tidak mengizinkannya untuk terbang.
Baca Juga  5 Rekomendasi Korset Melahirkan Jumbo yang Nyaman, Catat!

Di sisi lain, apabila surat keterangan medis tidak valid, maka bumil harus menunjukkan KK maupun Citilink Representative agar bisa diantar untuk memperoleh surat KKP Bandara. Namun, jika KKP sedang tutup, maka penumpang bisa terbang dengan menandatangani FoI.

3. Ketentuan Pesawat Air Asia

Aturan bumil naik pesawat Air Asia pun juga berbeda daripada maskapai-maskapai sebelumnya. Pada ibu hamil dengan usia kandungan minggu pertama sampai 27 minggu boleh naik pesawat.

Akan tetapi, bumil harus membawa persyaratan berupa tanda tangan Pernyataan Pertanggungjawaban Terbatas AirAsia saat sedang check-in. Hal ini berfungsi untuk membebaskan maskapai penerbangan dari kewajiban yang mungkin akan muncul.

Sementara itu, untuk usia kehamilan 28-34 minggu, bumil akan diminta membawa surat keterangan persetujuan dari dokter dan surat keterangan medis untuk memastikan usia kandungan serta kondisi kesehatannya. Di sisi lain, ibu hamil yang memiliki usia kandungan di atas 35 minggu tidak mendapatkan perizinan untuk naik pesawat Air Asia.

4. Ketentuan Pesawat Garuda Indonesia

Syarat ibu hamil naik pesawat selanjutnya adalah dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Bagi bumil dengan kehamilan tunggal atau kembar yang memiliki kondisi normal, tanpa komplikasi, dan usia kandungan di bawah 32 minggu, hanya membutuhkan Form of Indemnity (FoI).

Sementara itu, apabila usia kandungan di bawah 32 minggu dan memiliki komplikasi, bumil perlu menyiapkan FoI, Medical Information Form (MEDIF), hingga persetujuan dari Garuda Sentra Medika. 

Hal itu juga berlaku bagi bumil yang memiliki usia kandungan antara 32 sampai 36 minggu dan tidak ada komplikasi. Di sisi lain, bumil yang usia kandungannya di atas 36 minggu, tidak boleh melakukan penerbangan menggunakan Garuda Indonesia.

Baca Juga  Mitos Bayi Sungsang yang Dipercaya Masyarakat dan Faktanya

5. Ketentuan Pesawat Jetstar

Untuk maskapai penerbangan Jetstar, umumnya memiliki aturan serupa. Bagi bumil dengan usia kandungan di bawah 28 minggu dan tidak memiliki komplikasi, maka tak perlu menunjukkan surat pernyataan maupun keterangan medis. Akan tetapi, jika memiliki riwayat komplikasi, maka calon penumpang wajib menunjukkan surat keterangan medis menggunakan formulir Jetstar.

Di sisi lain, bagi ibu hamil dengan usia kandungan di atas 28 minggu, maka wajib menunjukkan surat keterangan medis yang tidak melebihi 10 hari sebelum keberangkatan.

Apabila bumil melakukan penerbangan kurang dari 4 jam, maka kehamilan tunggal boleh melakukan penerbangan dengan usia kehamilan maksimal 40 minggu, sedangkan kehamilan kembar maksimal usia kehamilannya adalah 36 minggu. Sementara itu, jika penerbangan selama 4 jam atau lebih, maka syarat usia kehamilan tunggal maksimal adalah 36 minggu dan kehamilan kembar maksimal adalah 32 minggu.

Cara Menghindari Risiko Naik Pesawat saat Hamil

Naik pesawat saat hamil mungkin bisa menimbulkan beberapa bahaya, seperti risiko mual dan muntah, hingga keguguran untuk usia kehamilan pada trimester pertama. Selain itu, ibu hamil juga bisa mengalami pembekuan darah di vena maupun varises akibat duduk terlalu lama. Maka dari itu, untuk menghindari risiko tersebut, bumil perlu memperhatikan beberapa hal. Adapun beberapa cara menghindari risiko naik pesawat saat hamil adalah sebagai berikut.

  • Tiba di bandara lebih awal agar bumil bisa lebih santai ketika melalui proses check-in serta pemeriksaan berkas-berkas. Pasalnya, terburu-buru justru bisa menimbulkan stres dan meningkatkan risiko bahaya selama penerbangan.
  • Memberitahukan kepada petugas bandara atau pramugari mengenai kondisi kesehatan dan kebutuhan selama penerbangan untuk memastikan keamanannya.
  • Memilih tempat duduk dengan ruang gerak cukup dan mudah saat hendak keluar. Dengan begini, bumil bisa bergerak dan pergi ke toilet lebih mudah.
  • Menggunakan sepatu yang nyaman, pakaian longgar, serta compression stockings.
  • Menggunakan sabuk pengaman di bawah perut.
Baca Juga  5 Ciri-Ciri Air Ketuban Normal & Fungsinya bagi Bayi, Simak!

Selain menerapkan beberapa tips di atas, bumil juga perlu memperbanyak asupan air putih atau minum jus untuk menjaga tubuh agar tetap terhidrasi. Di sisi lain, kurangi minuman yang bisa memicu dehidrasi, misalnya teh, kopi, hingga minuman beralkohol;.

Penutup

Demikian penjelasan lengkap seputar syarat ibu hamil naik pesawat dan cara menghindari risiko bahayanya. Pada dasarnya, selama ibu hamil mengikuti syarat penerbangan dengan baik, maka kondisi kandungan akan tetap terjaga. Di sisi lain, bumil juga perlu memeriksa kondisi kesehatan tubuh dan kandungannya ke dokter demi memastikan tetap aman saat naik pesawat. Nah, jika ingin mengetahui beberapa tips menjaga kesehatan kandungan, kunjungi website New Life sekarang juga!

Produk Pilihan
Bingung Mau Pilih Korset yang Mana?