fbpx

Posisi Tidur Bayi agar Tidak Gumoh dan Tips Pencegahannya

Posisi Tidur Bayi agar Tidak Gumoh dan Tips Pencegahannya

Setelah bayi minum ASI, ibu perlu memperhatikan posisi tidurnya. Pasalnya, posisi tidur yang salah justru berisiko menyebabkan gumoh hingga masalah kesehatan lainnya. Maka dari itu, penting untuk mengetahui posisi tidur bayi agar tidak gumoh yang tepat.

Di samping itu, ibu juga perlu memperhatikan cara pencegahan lainnya. Untuk mengetahui penjelasan lengkap seputar posisi tidur bayi agar tidak gumoh dan tips pencegahannya, yuk simak selengkapnya di artikel ini!

Posisi Tidur Bayi agar Tidak Gumoh

Memperhatikan posisi tidur adalah salah satu cara untuk mencegah bayi gumoh. Selain itu, posisi tidur yang tepat juga dapat membantu menjaga kesehatan organ dalam bayi. Adapun beberapa posisi tidur bayi agar tidak gumoh adalah sebagai berikut:

1. Tidur Telentang

Salah satu posisi tidur bayi agar tidak gumoh adalah tidur telentang. Ibu bisa menidurkan bayi dengan telentang setelah menggendongnya dengan posisi tegak selama 20-30 menit.

Posisi ini bisa membantu ASI yang masuk ke dalam sistem pencernaan agar tidak kembali ke kerongkongan. Di samping itu, posisi tidur ini juga bisa membantu mencegah terjadinya Sudden Infant Death Syndrome atau SIDS.

2. Hindari Posisi Tengkurap

Setelah si kecil minum ASI, sebaiknya hindari posisi tidur tengkurap. Pasalnya, posisi tidur tersebut meningkatkan risiko gumoh. Di samping itu, susu yang keluar dari mulut ketika gumoh berisiko menggenang di area saluran pernapasan si kecil. Hal itu memicu bayi tersedak.

Itulah sebabnya, ibu perlu menghindari tengkurap sebagai posisi tidur bayi agar tidak gumoh. Selain menimbulkan gumoh, posisi tidur tersebut juga dapat memicu masalah pada sistem pencernaan maupun sistem pernapasan.

Bahkan, beberapa sumber penelitian menyebutkan jika tidur tengkurap pada bayi baru lahir berisiko menimbulkan SIDS. Akan tetapi, ketika si kecil telah mampu membalikkan tubuhnya sendiri, posisi ini sudah cukup aman untuk bayi.

Baca Juga  Imunisasi pada Bayi: Pengertian, Tujuan, dan Jenis-jenisnya

3. Memegang Bayi dalam Posisi Tegak

Sebelum ibu menidurkan si kecil di kasurnya, sebaiknya gendong terlebih dulu di pundak dalam posisi tegak usai minum ASI. Hal ini perlu ibu lakukan sekitar 15-30 menit. Tujuannya adalah agar ASI yang baru bayi minum bisa terserap ke sistem pencernaan dengan lancar.

Selain itu, posisi ini juga bisa membantu mencegah refluks lambung, sehingga bayi dapat terhindar dari risiko gumoh. Di samping itu, hindari mengguncang tubuh bayi setelah menyusui, karena bisa membuat otot perutnya berkontraksi. Nah, setelah itu, ibu baru bisa menidurkan si kecil di kasur.

4. Hindari Meninggikan Kepala Bayi

Posisi tidur bayi agar tidak gumoh yang terakhir adalah menghindari meninggikan kepala bayi dengan selimut di bawah kepalanya. Hal ini mungkin tampak nyaman, tetapi posisi tersebut berisiko menimbulkan refluks. Selain itu, meninggikan posisi kepala saat si kecil tidur pada bayi baru lahir dapat meningkatkan risiko SIDS. Maka dari itu, jika ingin menerapkannya, sebaiknya konsultasi pada dokter terlebih dulu.

Selain itu, ketika membawa anak naik mobil, ibu perlu menghindari penggunaan kursi mobil atau kursi bayi yang tegak setelah si kecil minum ASI. Pasalnya, hal itu bisa memberikan tekanan pada perut dan menimbulkan gumoh, hingga muntah.

Tips Mencegah Bayi Gumoh

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, posisi tidur bayi bisa memengaruhi gumoh. Jadi, ketika ibu salah menerapkan posisi tidur si kecil, maka berdampak pada keluarnya ASI yang telah bayi minum. Selain memperhatikan posisi tidur, ibu juga perlu memahami tips mencegahnya.

Adapun beberapa tips mencegah bayi gumoh adalah sebagai berikut:

1. Menyendawakan Bayi

Salah satu tips mencegah bayi gumoh adalah dengan menyendawakannya. Umumnya, bayi bisa menelan gas atau udara selama menyusui. Nah, jika perut terlalu penuh dengan gas, maka dapat menimbulkan gumoh.

Baca Juga  Rekomendasi Korset Pasca Melahirkan Dengan Desain yang Modis dan Fungsional

Untuk itu, ibu perlu menyendawakan si kecil dengan jara menyandarkan tubuhnya ke posisi tegak, memijat pelan punggungnya, atau menepuk perlahan. Hal itu akan mendorongnya agar bersendawa.

2. Tidak Memberikan Tekanan pada Perut Bayi

Tips mencegah bayi gumoh lainnya adalah tidak memberikan tekanan pada perut si kecil. Sebab, tekanan yang ibu berikan justru bisa membuat ASI atau makanan di dalam perutnya kembali naik ke kerongkongan dan menyebabkan gumoh. Untuk itu, setelah minum ASI, hindari mendudukkan bayi di car seat, memakaikan popok atau celana ketat, maupun mengajaknya bermain aktif.

3. Menyusui di Ruangan Tenang

Tips mencegah bayi gumoh berikutnya adalah dengan menyusui di ruangan tenang. Sebab, bayi akan mudah panik ketika ruangan terlalu terang dan ramah. Ketika dirinya panik, maka udara akan mudah masuk ke saluran pencernaan bersamaan dengan susu. Hal itu berisiko membuatnya gumoh. Itulah mengapa, ibu perlu mengajak si kecil ke ruangan tenang dan meredupkan lampunya.

4. Memperhatikan Lubang Dot

Tips mencegah bayi gumoh yang terakhir adalah dengan memperhatikan lubang dot pada botol anak. Pada umumnya, lubang dot yang terlalu besar akan membuat aliran susunya deras.

Hal itu bisa menimbulkan bayi tersedak, hingga gumoh. Akan tetapi, ketika si kecil minum susu dari botol yang lubang dotnya kecil, dapat membuatnya mengisap susu dan justru banyak menelan udara.

Penutup

Demikian sederet informasi berkaitan dengan posisi tidur bayi agar tidak gumoh yang perlu ibu perhatikan. Pada dasarnya, pencegahan gumoh bisa ibu lakukan dengan memperhatikan perlakuan terhadap bayi setelah minum ASI. Di sisi lain, jika gumoh bayi menunjukkan gejala yang tidak wajar, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Untuk mengetahui informasi lain mengenai bayi gumoh, yuk simak lebih lanjut di situs New Life!

Baca Juga  Apa Itu Korset dan Stagen?
Produk Pilihan
Bingung Mau Pilih Korset yang Mana?