fbpx

Penyebab Diare pada Bayi, Ciri-Ciri & Pengobatannya, Simak!

Penyebab Diare pada Bayi, Ciri-Ciri, & Pengobatannya, Simak!

Diare adalah salah satu masalah pencernaan yang bisa dialami siapa saja, termasuk bayi. Kebanyakan kasus diare umumnya bisa sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, diare pada bayi tentu akan membuat si kecil merasa tidak nyaman dan bisa memicu komplikasi, sehingga perlu segera Moms tangani.

Sebab, saat sedang diare, perut bayi akan terasa tidak nyaman dan bisa mengalami dehidrasi. Nah, jika ingin mengetahui informasi lebih lengkap seputar penyebab diare pada bayi, ciri-ciri, hingga pengobatannya, simak selengkapnya dalam bacaan berikut ini!

Penyebab Diare pada Bayi

Kasus kematian bayi maupun balita akibat diare ternyata masih tergolong tinggi. Di Indonesia, persentase kematian bayi yang disebabkan oleh diare bisa mencapai 25%-30%, lho. Itulah sebabnya, ibu perlu lebih waspada ketika si kecil mengalami diare.

Adapun beberapa penyebab diare pada bayi adalah sebagai berikut:

  • Bayi keracunan makanan, terlebih lagi pada si kecil yang telah mengonsumsi MPASI.
  • Bayi mengalami gastroenteritis maupun infeksi usus akibat bakteri, parasit, atau virus.
  • Bayi mengalami alergi terhadap makanan maupun obat-obatan tertentu.
  • Intoleransi laktosa pada susu sapi.
  • Mengonsumsi jus buah berlebihan.

Pada si kecil yang telah mengonsumsi MPASI serta mengalami diare, dokter umumnya akan menyarankan untuk menghindari asupan makanan tinggi serat, berminyak, tinggi kandungan gula, maupun jenis susu sapi dan olahannya.

Pada dasarnya, makanan tinggi serat memang bisa membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan. Akan tetapi, pada kasus diare pada anak, sebaiknya asupan serat justru ibu kurangi agar tidak memperparah diare.

Ciri-Ciri Bayi Diare

Apabila ibu memiliki bayi yang usianya masih di bawah 6 bulan, tetapi mengalami diare, sebaiknya lekas bawa ke dokter. Terlebih lagi jika si kecil menunjukkan tanda-tanda seperti di bawah ini.

  • Lemah dan lesu.
  • Muntah-muntah.
  • Tinja berwarna putih atau hitam.
  • Bayi terus rewel dan terlihat kesakitan.
  • Buang air besar yang disertai dengan nanah atau darah.
  • Demam.
  • Nafsu makan menurun dan tidak mau menyusu.
  • Sering mengantuk.
  • Kulit tampak lebih kering.
  • Buang air kecil menurun daripada biasanya atau justru tidak buang air kecil sama sekali.
  • Tidak mengeluarkan air mata ketika menangis.
  • Mulut kering.
Baca Juga  Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi? Inilah Efek Sampingnya

Si kecil yang mengalami diare umumnya akan kehilangan banyak elektrolit dan cairan akibat keluar terus-menerus melalui feses. Alhasil, kondisi tersebut bisa memicu terjadinya dehidrasi. Nah, jika ibu tidak segera menangani si kecil, maka bisa membahayakan kesehatan dan nyawanya.

Cara Mengobati Diare pada Bayi

Pada umumnya, diare yang terjadi akibat infeksi bakteri atau virus dapat sembuh dengan sendirinya selama beberapa hari berikutnya. Akan tetapi, bayi berisiko kehilangan banyak cairan dan menyebabkan dehidrasi. Itulah sebabnya, penting bagi ibu agar lekas mengobatinya. Adapun beberapa cara mengobati diare pada bayi adalah sebagai berikut.

1. Memberikan Suplemen Seng

Salah satu cara mengatasi diare pada bayi adalah dengan memberikan suplemen yang mengandung seng atau zinc. Pada si kecil yang mengalami diare akut, asupan suplemen zinc selama 10 hingga 14 hari bisa membantu mengatasi diare.

Sementara itu, dosis pemberian suplemen seng pada si kecil yang usianya masih di bawah 6 bulan adalah sekitar 10 mg per hari. Di sisi lain, untuk usia balita, dosis suplemen sengnya adalah 20 mg per hari. Apabila ingin mengetahui takaran suplemen yang lebih tepat, sebaiknya ibu berkonsultasi pada dokter anak.

2. Memberikan ASI atau Menambah Cairan Elektrolit

Cara mengatasi diare pada si kecil selanjutnya adalah dengan memberikan ASI atau menambah cairan elektrolit. Bayi yang usianya masih di bawah 6 bulan bisa ibu berikan ASI lebih sering untuk membantu mengobati diarenya. Pasalnya, ASI mengandung berbagai nutrisi yang si kecil butuhkan demi mengganti cairan yang hilang selama mengalami diare.

Bukan hanya itu, ASI juga memiliki kandungan antibodi yang berperan untuk membantu si kecil melawan virus dan bakteri penyebab diare. Nah, pada si kecil yang usianya sudah di atas 6 bulan dan telah mengonsumsi MPASI, ibu bisa memberikan cairan lain selain ASI, misalnya air tajin dan oralit. Cairan tersebut berfungsi untuk menambah atau mengganti cairan elektrolit yang terbuang. Di samping itu, ibu dapat memberikan cairan tersebut setiap kali si kecil muntah atau buang air besar.

Baca Juga  Rekomendasi Merk Korset Terbaik untuk Wanita dan Manfaatnya

3. Memberikan Probiotik

Cara mengobati diare pada si kecil yang terakhir adalah dengan memberikan probiotik. Cara ini bertujuan untuk mempercepat proses penyembuhan dan memadatkan tekstur feses.

Pada dasarnya, probiotik bisa ibu dapatkan dari apotek, tetapi sebaiknya konsultasikan terlebih dulu kepada dokter. Selain itu, ibu juga bisa memberikan makanan yang mengandung probiotik pada si kecil yang telah mengonsumsi MPASI.

Penutup

Demikian beberapa informasi mengenai penyebab diare pada bayi, ciri-ciri, hingga cara mengobatinya. Pada dasarnya, si kecil bisa mengalami diare akibat infeksi, alergi, hingga kesalahan asupan makanan.

Maka dari itu, ibu perlu segera mengatasinya, karena si kecil yang mengalami diare akan membuatnya sering menangis dan perutnya terasa tidak nyaman. Di samping itu, ibu juga bisa mengunjungi dokter untuk memeriksakan bayi. Untuk itu, yuk selalu jaga kesehatan bayi agar terhindar dari diare bersama New Life!

Produk Pilihan
Bingung Mau Pilih Korset yang Mana?