fbpx

Penyebab Air Ketuban Hijau dan Risiko saat Bayi Menelannya

Penyebab Air Ketuban Hijau dan Risiko saat Bayi Menelannya

Pada dasarnya, cairan ketuban memiliki warna kuning atau bening. Namun, dalam kondisi tertentu, air ketuban bisa berubah warna menjadi hijau. Adapun penyebab air ketuban hijau adalah karena tercampur dengan feses pertama dari janin.

Kondisi tersebut menjadi berbahaya apabila bayi menelan air ketuban hijau tersebut dan mengganggu kesehatannya. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyebab air ketuban hijau, baca artikel ini sampai selesai!

Penyebab Air Ketuban Hijau

Normalnya, air ketuban mempunyai warna bening sedikit kerung atau kekuningan. Namun, air ketuban juga bisa mengalami perubahan warna menjadi hijau. Penyebab air ketuban hijau adalah karena tercampur mekonium atau kotoran pertama dari bayi. Mekonium sendiri adalah zat pekat yang mempunyai warna hijau dan melapisi usus janin selama dalam kandungan.

Nah, ketika air ketuban bercampur dengan mekonium, maka warnanya yang sebelumnya kuning atau transparan pun bisa berubah menjadi hijau. Selain itu, umumnya bayi juga akan mengeluarkan mekonium pada akhir kehamilan atau saat bayi lahir. Adapun beberapa kondisi yang menyebabkan bayi mengeluarkan mekonium adalah sebagai berikut:

  • Usia kehamilan terlalu lama atau telah melewati Hari Perkiraan Lahir (HPL).
  • Proses persalinan berlangsung terlalu lama dan bayi sulit keluar.
  • Ibu hamil memiliki riwayat penyakit, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes.
  • Janin tumbuh secara tidak optimal.
  • Bayi mengalami stres atau hipoksia akibat kurangnya asupan oksigen.
  • Ibu hamil memiliki kebiasaan merokok.

Air ketuban yang memiliki warna hijau ini umumnya rentan tertelan oleh bayi dan berisiko membahayakan kesehatannya. Maka dari itu, bayi yang tertelan air ketuban hijau perlu segera mendapatkan penanganan dari dokter.

Risiko Bayi Menelan Air Ketuban Hijau

Seperti penjelasan sebelumnya, bayi yang menelan air ketuban hijau sebelum maupun setelah lahir umumnya bisa menimbulkan masalah kesehatan. Kondisi ini disebut dengan Meconium Aspiration Syndrome (MAS) atau sindrom aspirasi mekonium. Sindrom tersebut terjadi ketika mekonium sampai pada organ pernapasan, yakni paru-paru.

Baca Juga  7 Jamu Mengecilkan Perut Setelah Melahirkan Caesar, Catat!

Akibat dari sindrom aspirasi mekonium ini adalah bayi cenderung kesulitan bernapas dan oksigen terhambat untuk masuk ke saluran pernapasan. Adapun beberapa penyebab mengapa mekonium membuat bayi kesulitan bernapas adalah sebagai berikut:

  • Mekonium yang masuk ke organ pernapasan akan menyumbat saluran pernapasan.
  • Menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan bayi.
  • Berisiko merusak jaringan pada paru-paru bayi.
  • Berisiko menghambat surfaktan, yaitu zat lemak yang membantu membuka organ paru-paru bayi setelah lahir.

Nah, untuk mendeteksi apakah bayi Bunda mengalami sindrom aspirasi mekonium atau tidak, umumnya dokter akan melakukan pemeriksaan, seperti mengecek denyut jantungnya. Selain itu, dokter juga akan melihat masalah pada organ pernapasannya. Bukan hanya itu, konfirmasi diagnosis sindrom aspirasi mekonium juga dapat dokter lakukan melalui prosedur X-ray. Di sisi lain, bayi yang terkena MAS juga umumnya tidak menangis saat lahir.

Meski begitu, tidak semua bayi yang tertelan air ketuban hijau dapat mengalami sindrom aspirasi mekonium selama tidak sampai ke organ paru-paru dan tidak menunjukkan gejala apapun. Selain itu, sindrom aspirasi mekonium juga menunjukkan beberapa gejala, antara lain yaitu:

  • Bayi kesulitan bernapas.
  • Kulit bayi tampak berwarna biru.
  • Tampak mekonium pada air ketuban yang keluar.
  • Dada bayi tampak tertarik atau mengalami retraksi.
  • Bayi terlihat lemas.
  • Adanya suara gemuruh ketika bayi sedang bernapas.

Apabila bayi mengalami beberapa gejala di atas, maka dokter umumnya akan segera mengambil tindakan demi melancarkan pernapasan bayi. Selain itu, bayi umumnya akan melewati masa perawatan sampai kondisi saluran pernapasannya benar-benar pulih.

Cara Mengatasi Bayi Menelan Air Ketuban Hijau

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bayi yang menelan air ketuban hijau umumnya membutuhkan beberapa penanganan agar pernapasannya lebih lancar. Adapun beberapa cara mengatasi bayi menelan air ketuban hijau adalah sebagai berikut:

  • Pemberian surfaktan untuk membantu membuka organ paru-paru agar oksigen dapat masuk dan pernapasan menjadi lebih lancar.
  • Melakukan inhalasi nitrogen oksida untuk membantu melebarkan pembuluh darah serta melancarkan oksigen yang masuk.
  • Menerapkan metode extracorporeal membrane oxygenation untuk membantu menambah kadar oksigen dalam darah. Caranya adalah menggunakan alat seperti pompa sebagai paru-paru buatan. Tujuannya adalah agar jantung dan paru-paru dapat beristirahat sejenak serta lekas pulih.
Baca Juga  8 Cara Menghilangkan Bekas Stretch Mark Setelah Melahirkan secara Alami

Pada umumnya, bayi yang telah melalui penanganan tepat dari dokter akan segera pulih sekitar 2 sampai 4 hari. Meski begitu, kelancaran bernapasnya tergantung pada banyaknya air ketuban hijau yang dihirup oleh bayi. Di samping itu, bayi juga membutuhkan perawatan secara alami dari ibu hamil, seperti memberikan ASI secara rutin. Pasalnya, ASI mengandung nutrisi yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi, sehingga si kecil akan lekas pulih.

Di samping itu, Bunda juga dapat mengajak bayi untuk berjemur setiap pagi, setidaknya selama 10-15 menit. Tujuannya adalah untuk memperkuat tulang dan otot bayi, serta meningkatkan imunitas tubuhnya. Selain itu, selama berjemur, pastikan mata bayi Bunda tutupi agar tidak merasa silau.

Penutup

Demikian beberapa informasi seputar penyebab air ketuban hijau, hingga bahaya saat bayi menelannya. Seperti yang telah dijelaskan di atas, ketika bayi lahir menelan air ketuban hijau, maka bisa mengganggu kesehatannya. Nah, untuk membantu mengatasinya, Bunda bisa memberikan ASI secara rutin agar sistem kekebalan tubuhnya dapat meningkat. Jadi, yuk selalu jaga kesehatan bayi bersama  New Life!

Produk Pilihan
Bingung Mau Pilih Korset yang Mana?