fbpx

Hiperlaktasi, Kenali Tanda dan Gejalanya

Hiperlaktasi menjadi sebuah masalah yang terkadang dialami oleh sebagian ibu menyusui. Kondisi ini sebenarnya tidak terlalu berbahaya karena kasusnya memang sering terjadi. Namun, apa sih hiperlaktasi itu? Bagaimana gejala munculnya? Berikut penjelasan selengkapnya.

Pengertian Hiperlaktasi

Kondisi tubuh selama menyusui akan berpengaruh pada produksi air susu ibu. Masalah yang sering terjadi adalah ASI yang tidak keluar sebagaimana mestinya. Hal itu membuat ibu harus berusaha ekstra mengusahakan bagaimana caranya cairan tersebut dapat kembali keluar. 

Namun, ternyata terlalu banyak ASI yang keluar juga menjadi kondisi bermasalah tersendiri. Dalam medis terdapat istilah hiperlaktasi. Hiperlaktasi merupakan kondisi di mana air susu ibu keluar terlalu banyak bahkan terus keluar meski tidak mendapat rangsangan dari bayi. 

Normalnya, ASI memang akan melimpah saat pertama kali melahirkan. Setidaknya akan berlangsung sampai bulan ketiga. Jika kondisi tersebut terus berlanjut atau kamu merasa terdapat jumlah ASI yang banyak hingga tidak terkontrol, mungkin kamu patut curiga. Bisa saja kamu sedang mengalami hiperlaktasi.

Itulah pengertian singkat dari hiperlaktasi yang perlu kamu ketahui. Sebagai ibu menyusui kamu juga harus tahu tanda munculnya hiperlaktasi ini agar bisa memberikan tindakan penanganan lebih lanjut. Berikut sudah terangkum beberapa tanda yang bisa kamu simak di bawah ini.

Tanda Kamu Mengalami Hiperlaktasi

Ketika kamu mengalami hiperlaktasi pada saat fase menyusui, tubuhmu akan memberikan beberapa tanda sebagai petunjuk bahwa ASI yang keluar tidak normal. Berikut beberapa tanda kamu sedang mengalami hiperlaktasi.

1. ASI Merembes

Salah satu tanda yang umum terjadi pada penderita hiperlaktasi adalah ASI yang merembes membasahi bra bahkan kadang menembus pakaian ibu. Kondisi ini bisa terjadi pada salah satu payudara atau keduanya meski sang bayi hanya menggunakan satu di antaranya. 

Baca Juga  Cara Mengatasi Mimisan saat Hamil Trimester Pertama, Simak!

ASI yang merembes memang tidak berbahaya tapi akan membuatmu tidak nyaman dan harus sering berganti pakaian. Jikan kondisi ini terjadi, kamu bisa menutupinya dengan breast pad.

2. Payudara Terasa Kencang

Di dalam payudara terdapat bagian sel yang bernama alveoli. Pada bagian tersebut proses produksi ASI terjadi. Setelahnya akan mengalir ke puting melalui duktus. Hiperlaktasi menyebabkan produksi ASI yang berlebihan, kondisi ini membuat payudara membesar dan mengencang. 

Payudara yang membesar dan mengencang ini seharusnya kembali ke bentuk semula ketika cairan ASI telah diberikan pada bayi. Namun, karena produksi yang lebih cepat pada penderita hiperlaktasi, maka payudara akan terasa kencang secara terus menerus.

3. Nyeri Payudara

Nyeri payudara pada ibu menyusui yang mengalami hiperlaktasi terjadi karena aliran darah yang terus memenuhi payudara dalam proses produksi ASI. Kondisi ini bisa makin parah karena setelah nyeri biasanya akan muncul pembengkakan, dan pada saat tersebut payudara akan lebih sensitif dan mudah infeksi.

4. Bayi Tersedak Ketika Menyusu

Bayi yang baru lahir belum bisa mengontrol tiap gerakan dalam dirinya. Ketika kamu mengalami hiperlaktasi, air susu akan keluar lebih deras yang dapat membuat bayi tersedak. 

Bayi yang merasa ASI terlalu cepat keluar kadang hanya bisa merespon dengan cara menggigit puting ibu. Akibatnya, gigitan ini bisa membuat puting lecet atau meninggalkan bekas luka.

5. Bayi Muntah Saat Menyusu

Bayi memiliki ukuran organ pencernaan yang lebih kecil dari orang dewasa. Sedikit saja zat yang masuk akan cepat terproses. Namun, bagaimana jika terlalu banyak hingga belum sempat melewati fase pencernaan yang biasa terjadi? Bayi akan muntah untuk mengeluarkannya kembali. Kondisi ini yang akan terjadi jika bayi menyusu pada payudara ibu yang mengalami hiperlaktasi.

Baca Juga  Bermanfaatkah Penggunaan Stagen Setelah Melahirkan?

6. Payudara Terdapat Tanda Infeksi

Tanda berikutnya adalah payudara mengalami infeksi. Infeksi payudara dapat muncul akibat peredaran ASI yang tidak normal, saluran duktus tidak pernah henti terpenuhi oleh air susu. Akibatnya terjadi peradangan dan muncul tanda-tanda infeksi seperti muncul tonjolan di payudara, bengkak, sensitif ketika tersentuh, kulit sekitarnya berwarna merah, dan rasa panas seperti terbakar.

7. Bayi Menunjukkan Gejala Kolik dan Pertumbuhan Abnormal

Tanda yang terakhir adalah gejala kolik pada bayi dan pertumbuhan yang tidak normal. Kolik adalah kondisi ketika bayi memiliki terlalu banyak gas di perutnya. Ini bisa terjadi karena terlalu banyak menyusu, yang mana dapat terjadi jika air susu berlebih. 

Hiperlaktasi juga membuat pertumbuhan bayi tidak normal. Terlalu banyak menyusu bisa mengakibatkan lonjakan berat badan yang signifikan. Obesitas pada bayi tentu tidak baik karena bisa memicu penyakit lainnya.

Itulah beberapa tanda ketika kamu mengalami kondisi hiperlaktasi ketika menyusui. Kenali gejalanya dan berikan penanganan yang seharusnya. Membiarkan hiperlaktasi akan membuat payudaramu tidak nyaman. Selain itu, terdapat potensi infeksi yang mungkin tejadi selanjutnya.

Penutup

Hiperlaktasi adalah kondisi ketika air susu ibu keluar lebih banyak dari seharusnya. Secara umum, sebenarnya tidak berbahaya. Namun, jika dibiarkan terdapat potensi infeksi yang mungkin terjadi. Kenali tanda dan gejalanya agar lebih tepat penanganannya. 

Untuk mendapatkan informasi seputar ibu menyusui lainnya, yuk kunjungi New Life.

Produk Pilihan
Bingung Mau Pilih Korset yang Mana?