fbpx

ASI Keluar saat Hamil Berapa Bulan? Ini Kondisi Idealnya

ASI Keluar saat Hamil Berapa Bulan? Ini Kondisi Idealnya

Beberapa ibu hamil mungkin bertanya-tanya, ASI keluar saat hamil berapa bulan? Pasalnya, ASI mulai diproduksi pada usia kehamilan trimester ketiga. Jadi, biasanya ibu hamil akan mengeluarkan ASI pertamanya atau kolostrum di usia kehamilan ini.

Maka dari itu, jika ibu hamil mengalami kondisi ketika ASI tiba-tiba keluar di tengah masa mengandung, tak perlu khawatir. Pasalnya, kondisi ini tergolong alami dan banyak terjadi. Nah, untuk mengetahui penjelasan lebih lengkap mengenai ASI keluar saat hamil berapa bulan, baca terus artikel berikut ini:

ASI Keluar saat Hamil Berapa Bulan?

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, ASI baru mulai diproduksi pada usia kehamilan trimester ketiga. Jadi, ASI keluar saat hamil berapa bulan? Kondisi ini dapat terjadi ketika Bunda memasuki usia kehamilan 7 bulan. Meski begitu, kondisi ini berbeda-beda pada setiap ibu hamil.

Ada beberapa ibu hamil yang tidak mengalami kondisi ini. Sebab, pada dasarnya, keluarnya ASI akan terhambat oleh hormon progesteron dan estrogen, sehingga baru akan lepas ketika bayi baru lahir. Akan tetapi, di sisi lain, hormon prolaktin juga akan meningkat terlama produksi ASI, hal ini yang membuat ASI keluar saat hamil.

Di samping itu, beberapa ibu hamil bahkan bisa mengeluarkan air susu pada usia kehamilan 4 bulan, meskipun jarang. ASI yang keluar saat sedang hamil ini umumnya bernama kolostrum, yaitu cairan susu pertama bayi yang dihasilkan oleh payudara. Ketika ibu hamil mengeluarkan kolostrum, hal ini menunjukkan bahwa payudara Bunda sudah siap untuk menyusui bayi. Untuk itu, terjadinya ASI merembes saat hamil adalah kondisi yang wajar.

Ciri-Ciri ASI Keluar saat Hamil 

Pada dasarnya, tubuh Bunda akan menunjukkan ciri-ciri tertentu ketika ASI sudah siap keluar. Adapun beberapa ciri-ciri ASI keluar saat hamil adalah sebagai berikut:

  • Payudara mulai mengencang dan membesar.
  • Warna putih susu dan area sekitarnya menjadi lebih gelap karena peningkatan persediaan darah.
  • Cairan susu yang keluar sedikit maupun setetes, sehingga tidak membasahi pakaian dalam.
  • Payudara terasa sakit dan lebih sensitif.
  • Munculnya benjolan-benjolan kecil di area areola.
  • Kolostrum keluar dari payudara.
  • ASI yang keluar memiliki warna putih maupun kekuningan.
Baca Juga  10 Rekomendasi Susu untuk Ibu Menyusui, Bantu Pelancar ASI!

Pada umumnya, keluarnya ASI pada setiap hamil ini menunjukkan ciri-ciri yang berbeda. Di samping itu, tidak semua wanita hamil akan mengalami hal tersebut dan baru keluar setelah melahirkan. Selain itu, apabila cairan ASI yang keluar justru mempunyai warna hijau, bernanah, dengan tekstur lengket, hal ini bisa menjadi tanda peradangan payudara. Maka dari itu, jika Bunda mengalami kondisi tersebut, sebaiknya lekas periksakan diri ke dokter agar lekas memperoleh penanganan yang tepat.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Produksi ASI

ASI adalah air susu ibu yang terdiri dari kandungan protein, antibodi, hingga vitamin. Beberapa kandungan dalam ASI ini berfungsi untuk mendukung daya tahan tubuh bayi, memperbaiki jaringan, serta merangsang pertumbuhan si kecil. Maka dari itu, Bunda perlu memperhatikan faktor-faktor yang memengaruhi produksi ASI agar kualitasnya tetap terjaga.

Pada dasarnya, terdapat beberapa faktor yang bisa memengaruhi produksi ASI selama masa kehamilan. Adapun faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:

1. Tingkat Hormon

Salah satu faktor yang memengaruhi produksi ASI selama masa kehamilan adalah tingkat hormon. Pada dasarnya, saat hamil, Bunda akan mengalami perubahan hormon tubuh yang terjadi secara signifikan. Nah, hormon yang bisa memengaruhi produksi ASI adalah hormon prolaktin. Hormon ini berfungsi untuk mempersiapkan tubuh Bunda dalam menghadapi masa menyusui. Itulah mengapa, tingkat hormon tersebut dapat memengaruhi produksi ASI dan biasanya akan meningkat pasca persalinan.

2. Dukungan Emosional dan Psikologis

Faktor yang memengaruhi produksi ASI saat hamil berikutnya adalah dukungan emosional serta psikologi yang Bunda dapatkan. Dalam hal ini, dukungan yang Bunda peroleh dari pasangan, keluarga, maupun dokter bisa membantu meningkatkan rasa percaya diri serta kenyamanan selama menyusui. Selain itu, Bunda juga perlu mengelola stres agar produksi ASI tetap terjaga kualitas dan kuantitasnya.

Baca Juga  Cara Mengetahui Hamil atau Tidak

3. Tingkat Kesehatan dan Nutrisi Ibu

Faktor-faktor yang memengaruhi produksi ASI saat hamil yang terakhir adalah tingkat kesehatan serta nutrisi yang Bunda peroleh. Pada dasarnya, ASI terdiri dari nutrisi yang Bunda dapatkan melalui asupan makanan sehari-hari. Maka dari itu, jika Bunda menjaga asupan makanan sehari-hari, setidaknya memenuhi nutrisi vitamin, protein, zat besi, dan senyawa lainnya, kualitas ASI pun juga akan tetap terjaga.

Di samping itu, Bunda juga perlu menjaga kesehatan tubuh selama masa kehamilan untuk meningkatkan produksi ASI. Misalnya adalah dengan memperbanyak asupan mineral dalam tubuh, mencukupi waktu tidur, dan berolahraga secara teratur.

Penutup

Itulah penjelasan mengenai ASI keluar saat hamil berapa bulan, ciri-ciri keluar, dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Pada dasarnya, untuk membantu mendongkrak produksi dan kualitas ASI, Bunda perlu menjaga asupan makanan sehat setiap hari.

Pasalnya, asupan makanan tersebut menjadi sumber nutrisi bagi ASI. Nah, untuk mengetahui tips menjaga kesehatan bagi ibu menyusui, yuk simak selengkapnya dalam website New Life!

Produk Pilihan
Bingung Mau Pilih Korset yang Mana?