fbpx

8 Cara Mengatasi Ruam Popok pada Bayi, Rajin Menggantinya!

8 Cara Mengatasi Ruam Popok pada Bayi, Rajin Menggantinya!

Ruam adalah masalah pada kulit bayi yang umum terjadi. Kondisi ini memiliki tanda-tanda berupa kulit kemerahan, adanya luka lecet, hingga kulit kering dan melepuh. Hal itu tentu akan membuat si kecil merasa tidak nyaman. Maka dari itu, ibu perlu tahu cara mengatasi ruam popok pada bayi yang tepat.

Pasalnya, ketika mengalami ruam kulit, si kecil akan mudah rewel dan sering menangis. Nah, untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar cara mengatasi ruam popok pada bayi, yuk simak selengkapnya di artikel berikut!

Penyebab Ruam Popok pada Bayi

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai cara mengobati ruam popok pada bayi, sebaiknya cari tahu dulu penyebabnya. Pada dasarnya, ruam popok ini sering terjadi pada bayi baru lahir atau balita yang masih menggunakan jenis popok sekali pakai. Penyebabnya pun ada bervariasi.

Berikut ini adalah beberapa penyebab ruam popok pada bayi yang perlu ibu ketahui:

  • Kondisi popok yang terlalu lembap karena bercampur dengan urine maupun tinja, sehingga memicu infeksi bakteri dan iritasi.
  • Popok yang bayi pakai terlalu ketat, sehingga membuat kulit mudah mengalami lecet dan ruam.
  • Adanya infeksi jamur maupun bakteri karena kulit yang sering bersentuhan dengan popok terasa lembap.
  • Kulit bayi terlalu sensitif atau memiliki riwayat masalah kulit, seperti eksim dan dermatitis atopik. Hal ini bisa membuat kulit rentan mengalami ruam, gatal, dan timbul rasa perih.
  • Bayi mengalami alergi terhadap bahan dari popok.

Beberapa kondisi tersebut bukan hanya bisa menimbulkan ruam, tetapi dapat menimbulkan gatal, iritasi, hingga permukaan kulit kemerahan. Hal ini tentu akan membuat si kecil merasa tidak nyaman. Itulah sebabnya, penting bagi ibu untuk segera mengatasinya.

Baca Juga  Jual Korset New Life Terbaru 2023 untuk Ibu Pasca Melahirkan

Cara Mengatasi Ruam Popok pada Bayi

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, ruam popok pada bayi perlu segera ibu atasi. Hal ini penting agar bayi tidak rewel. Adapun beberapa cara mengatasi ruam popok pada bayi adalah sebagai berikut.

1. Rajin Mengganti Popok

Salah satu cara mengatasi ruam popok pada bayi adalah dengan mengganti popok secara berkala. Hal ini penting untuk menjaga kulit bayi tetap kering. Pada dasarnya, popok bayi butuh ibu ganti setiap 3 hingga 4 jam sekali. Akan tetapi, sebaiknya ibu menggantinya lebih cepat.

Ketika sudah terasa basah dan penuh, ibu perlu segera mengganti popoknya. Selain itu, ketika memakaikannya, hindari menempelkannya terlalu ketat, karena kulit bayi akan sulit bernapas dan menimbulkan gesekan.

2. Membersihkan Area yang Tertutup Popok

Cara mengobati ruam popok pada bayi lainnya adalah dengan membersihkan area yang tertutup popok. Dalam hal ini, ibu perlu menjaga kebersihan kulit bayi, terlebih lagi usai si kecil buang air besar.

Ibu bisa menggunakan air hangat dan sabun khusus bayi. Selain itu, gunakan pula tisu basah yang bebas pewangi untuk menghindari risiko iritasi.

3. Mencuci Tangan Sebelum Mengganti Popok

Cara mengatasi ruam popok pada bayi selanjutnya adalah dengan mencuci tangan sebelum mengganti popok. Ibu bisa mencucinya sampai bersih menggunakan sabun dan air mengalir selama kurang lebih 20 detik. Tujuannya adalah untuk mencegah penyebaran kuman.

4. Menggunakan Krim atau Salep

Cara mengatasi ruam popok pada bayi berikutnya adalah menggunakan krim atau salep. Ibu bisa menggunakan salep yang dokter resepkan agar lebih aman. Di samping itu, beberapa bahan alami juga bisa ibu gunakan untuk mengobati ruam pada bayi, misalnya gel lidah buaya maupun witch hazel.

Baca Juga  5 Susu Tinggi Protein untuk Ibu Hamil, Catat Rekomendasinya!

5. Pilih Produk yang Aman untuk Bayi

Cara mengobati ruam popok pada bayi lainnya adalah dengan memilih produk yang aman untuk si kecil. Pada dasarnya, kulit bayi cenderung sensitif dan mudah mengalami iritasi. Maka dari itu, ibu bisa meredakan ruam yang si kecil alami dengan memilih produk yang tepat. Ibu bisa menghindari beberapa produk yang mengandung zat iritan, misalnya salisilat, fenol, hidrogen borat, hingga benzokain.

6. Memilih Pakaian yang Menyerap Keringat

Cara mengobati ruam popok pada bayi lainnya adalah dengan memilih pakaian anak yang bisa menyerap keringat. Pasalnya, pakaian yang sempit bisa membuat kulit si kecil mudah mengalami gesekan, sehingga berisiko mengalami iritasi dan menimbulkan nyeri.

Pakaian yang sempit juga dapat membuat si kecil lebih mudah berkeringat. Itulah sebabnya, ibu perlu memilih pakaian bayi yang bisa menyerap keringat dengan baik.

7. Mengoleskan Petroleum Jelly

Cara mengatasi ruam popok pada bayi selanjutnya adalah dengan mengoleskan petroleum jelly. Cara ini bisa membantu untuk mencegah kulit menempel pada popok. Selain itu, ketika ruam sudah sembuh, gel ini juga dapat membantu memberikan perawatan pada kulit si kecil untuk mencegah terjadinya ruam popok lagi. Di samping itu, ibu dapat menggunakannya setelah membersihkan kulit bayi. Dengan begitu, gel dapat menyerap dengan efektif.

8. Membiarkan Kulit Bayi Bernapas

Cara mengobati ruam popok pada bayi yang terakhir adalah dengan membiarkan kulit bayi bernapas. Dalam hal ini, ibu bisa membiarkan bayi tidak menggunakan popok sebanyak tiga kali per hari dengan durasi sekitar 10 menit.

Hal ini bisa ibu terapkan ketika si kecil sedang tidur siang maupun ketika mengganti popok. Di samping itu, cara ini juga bisa ibu terapkan dengan melonggarkan popok bayi. Tujuannya adalah untuk membuat celah udara, sehingga kulit bayi akan tetap kering.

Baca Juga  9 Produk Perawatan Bayi Baru Lahir yang Aman, Yuk Catat!

Penutup

Demikian beberapa informasi seputar penyebab dan cara mengatasi ruam popok pada bayi. Pada dasarnya, kondisi ini akan membuat si kecil mengalami gatal-gatal, hingga kulit kemerahan, sehingga dirinya akan merasa kurang nyaman.

Maka dari itu, ibu perlu segera mengatasinya. Namun, apabila cara-cara di atas masih belum membantu, ibu dapat segera berkunjung ke dokter. Untuk itu, yuk cari popok bayi yang aman bersama New Life!

Produk Pilihan
Bingung Mau Pilih Korset yang Mana?