fbpx

7 Pantangan Ibu Hamil yang Perlu Dihindari, Catat Risikonya!

7 Pantangan Ibu Hamil yang Perlu Dihindari, Catat Risikonya!

Masa kehamilan membuat ibu berisiko mengalami gangguan kesehatan dan berdampak buruk bagi bayi dalam kandungannya. Itulah mengapa, menjauhi pantangan ibu hamil adalah hal penting untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Pasalnya, setiap ibu mengharapkan kelahiran bayi yang normal dan sehat, sehingga bumil perlu menahan diri agar tidak melakukan aktivitas yang membahayakan kehamilannya. Untuk mengetahui beberapa larangan ibu hamil, baca artikel berikut ini!

Pantangan Ibu Hamil

Saat hamil, ibu dianjurkan untuk menerapkan gaya hidup sehat dan mengonsumsi makanan bergizi agar kandungannya tetap terjaga. Selain itu, bumil juga perlu menghindari beberapa pantangan saat hamil. Adapun sejumlah pantangan ibu hamil, yaitu sebagai berikut.

1. Mengonsumsi Makanan Mentah

Salah satu pantangan ibu hamil yang perlu dihindari adalah mengonsumsi makanan mentah atau belum matang secara sempurna, misalnya sayur mentah, daging, ikan, maupun telur. Sebab, konsumsi makanan mentah bisa meningkatkan risiko terinfeksi bakteri Salmonella maupun keracunan makanan.

Untuk itu, ibu bisa mengolah beberapa makanan tersebut sampai matang sempurna dan mengonsumsinya dalam takaran yang cukup. Dengan begitu, manfaat dan nutrisinya pun bisa terserap baik oleh tubuh.

2. Makan Nanas Berlebihan

Buah nanas adalah salah satu pantangan ibu hamil muda yang perlu dihindari. Sebab, buah ini mengandung enzim bromelain yang bisa menyebabkan kontraksi rahim. Nah, ketika usia kehamilan ibu masih muda atau pada trimester pertama, maka kontraksi dini dapat menimbulkan keguguran.

Namun, apabila ingin mengonsumsinya, ibu tetap bisa makan buah nanas dengan takaran yang cukup atau tidak berlebihan. Dengan begini, manfaatnya pun dapat ibu peroleh secara lebih maksimal.

3. Mengonsumsi Ikan Laut Tinggi Merkuri

Larangan ibu hamil berikutnya adalah mengonsumsi ikan laut yang memiliki kandungan merkuri tinggi. Pasalnya, merkuri yang tinggi bisa mengganggu perkembangan otak janin. Itulah mengapa, makanan ini perlu dihindari. Adapun beberapa jenis ikan laut yang mengandung merkuri tinggi adalah ikan hiu, ikan tuna, ikan todak, hingga ikan makarel raja.

Baca Juga  8 Rekomendasi Vitamin Ibu Hamil yang Aman Dikonsumsi, Simak!

4. Melakukan Aktivitas Berat

Pantangan ibu hamil selanjutnya adalah melakukan aktivitas fisik maupun olahraga yang berat. Hal ini perlu ibu hindari ketika memasuki trimester ketiga, karena bisa membahayakan kondisi kehamilan, memicu kontraksi dini, hingga meningkatkan risiko cedera perut.

Nah, jika ingin tetap melakukan aktivitas fisik untuk menjaga kondisi agar fit, ibu bisa berolahraga ringan, seperti berjalan kaki santai, senam bumil, yoga, senam kegel, maupun pilates. Selain aman bagi ibu hamil, aktivitas fisik tersebut juga bermanfaat bagi ibu maupun buah hati.

5. Kurang Tidur dan Stres

Selama hamil, ibu perlu mencukupi waktu tidur dan menghindari stres. Hal ini bertujuan agar ibu lebih berstamina dan bersemangat dalam menjalani rutinitas sehari-hari. Di sisi lain, kurang tidur dan stres juga bisa meningkatkan gangguan kesehatan, seperti masalah jantung, hipertensi, hingga depresi.

Itulah mengapa, ibu perlu mencukupi waktu tidur di malam hari, yaitu selama 7-9 jam. Selain itu, ibu juga perlu menyempatkan waktu untuk beristirahat di siang hari, setidaknya selama 15-20 menit agar tubuh kembali berenergi.

Di sisi lain, mengelola stres juga diperlukan agar kualitas tidur ibu tetap terjaga, seperti melakukan yoga, mendengarkan musik, menulis jurnal, curhat kepada orang terdekat, jalan kaki di pagi hari, maupun melakukan relaksasi.

6. Mengonsumsi Kafein Berlebihan

Pantangan ibu hamil lainnya adalah mengonsumsi kafein berlebihan. Pasalnya, kafein bisa diserap dengan mudah oleh plasenta dan mengalirkannya ke janin. Nah, apabila plasenta menyerap kafein dalam jumlah banyak, maka berisiko menghambat tumbuh kembang janin.

Itulah mengapa, agar ibu memperoleh manfaat kafein secara optimal dan terhindar dari risiko komplikasi kehamilan, sebaiknya batasi konsumsinya, maksimal adalah secangkir kopi instan atau setara dengan 200 mg kafein.

Baca Juga  Ciri-Ciri Keguguran: Apa yang Perlu Diwaspadai?

7. Diet Ekstrem

Pantangan ibu hamil yang terakhir adalah melakukan diet ekstrem. Pasalnya, asupan nutrisi yang cukup dibutuhkan oleh ibu untuk menjaga kesehatannya dan mendorong tumbuh kembang janin dalam kandungan. Oleh sebab itu, ibu hamil perlu menghindari diet ekstem agar tidak mengalami kekurangan gizi.

Apabila ibu mengkhawatirkan terjadinya kenaikan berat badan dan obesitas, kurangi asupan kalori dan ganti dengan makanan yang kaya akan kandungan serat serta protein, sehingga bumil tetap bisa menjaga kesehatan.

Risiko yang Mungkin Terjadi saat Hamil

Apabila ibu mengabaikan pantangan saat hamil, maka risiko kehamilan pun bisa saja menghampiri. Adapun beberapa bentuk risiko yang mungkin terjadi saat ibu mengabaikan pantangan selama hamil adalah sebagai berikut.

  • Memicu komplikasi kehamilan, seperti preeklamsia, diabetes, kejang, obesitas, hingga hipertensi.
  • Meningkatkan risiko bayi lahir prematur maupun berat badan rendah.
  • Gangguan pada plasenta.
  • Kelainan bawaan pada bayi.
  • Aborsi spontan.
  • Gangguan tumbuh kembang pada bayi.
  • Bayi mengalami retardasi mental.

Penutup

Demikian sejumlah informasi mengenai pantangan ibu hamil yang sebaiknya dihindari apabila menginginkan kehamilan dan kelahiran sehat. Selain menghindari beberapa pantangan di atas, ibu juga perlu mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga ringan, mengelola stres, hingga menerapkan gaya hidup sehat.

Dengan begini, ibu sekaligus bayi dalam kandungannya bisa tetap sehat dan menghindari risiko yang mungkin terjadi. Nah, untuk mengetahui informasi lain seputar kehamilan maupun masa persalinan, lekas kunjungi situs New Life!

Produk Pilihan
Bingung Mau Pilih Korset yang Mana?