fbpx

7 Ciri-Ciri Bayi Sungsang dan Cara Melahirkan yang Aman

7 Ciri-Ciri Bayi Sungsang dan Cara Melahirkan yang Aman

Posisi bayi sungsang umumnya akan membuat banyak ibu hamil merasa khawatir lantaran ketakutan untuk menjalani persalinan caesar atau kemungkinan adanya komplikasi. Maka dari itu, ibu hamil perlu mengetahui ciri-ciri bayi sungsang sejak awal agar dapat segera menanganinya atau mengubah posisi janin dalam kandungan. Dengan begitu, potensi lahiran normal pun akan lebih meningkat.

Lantas, apa saja ciri-ciri bayi sungsang? Jika ingin mengetahui tanda-tanda dan cara melahirkan yang aman, simak selengkapnya dalam artikel berikut ini!

Ciri-Ciri Bayi Sungsang

Pada dasarnya, tanda-tanda kehamilan sungsang bisa ibu rasakan atau mengetahuinya melalui pemeriksaan USG. Adapun beberapa tanda bayi sungsang adalah sebagai berikut:

1. Merasa Tidak Nyaman

Salah satu ciri-ciri bayi sungsang adalah ibu hamil merasa tidak nyaman subkostal. Ketidaknyamanan tersebut akan terasa di beberapa bagian tubuh ketika sedang beraktivitas, misalnya di panggul, hingga tulang rusuk. Rasa sakit yang muncul mirip dengan nyeri haid atau sakit pada penderita miom maupun kista ovarium.

Apabila ibu merasakan nyeri tersebut, cobalah untuk mencari posisi yang nyaman. Misalnya dengan menempatkan bantal di belakang punggung ketika sedang duduk atau saat bersandar. Namun, jika rasa nyeri tersebut semakin kuat, sebaiknya lekas periksakan ke dokter.

2. Lokasi Detak Jantung Janin

Tanda-tanda kehamilan sungsang lainnya, yaitu dengan mengetahui lokasi detak jantung janin. Pemeriksaan ini umumnya akan bumil jalani pada usia kehamilan 32-35 minggu. Pada kehamilan sungsang, detak jantungnya akan terdengar di atas pusar. Sementara itu, bayi yang normal akan terdengar detak jantungnya berada di bawah pusar.

3. Letak Kepala Bayi di Atas Umbilikus

Ciri-ciri bayi sungsang selanjutnya adalah mengenai letak kepala bayi yang terdapat di atas umbilikus ibu hamil. Tanda-tanda satu ini bisa terlihat ketika proses pemeriksaan palpasi abdomen. Dokter umumnya akan merasakan massa yang keras, bulat, serta fleksibel di atas umbilikus. Ciri-ciri tersebut menunjukkan adanya kepala bayi di bagian atas. Sementara itu, bagian punggung bayi akan terus bergerak sampai kepalanya berada di bagian fundus.

Baca Juga  Perbedaan Perut Buncit dan Hamil, Ini Cara Membedakan

4. Merasakan Tendangan di Bawah Rahim

Pada kehamilan normal, umumnya tendangan akan ibu hamil rasakan pada usia kandungan 32-35 minggu atau sebelum mencapai usia tersebut di bagian atas rahim. Tendangan bayi umumnya akan terasa kuat sebagai tanda bahwa si kecil tetap aktif selama dalam kandungan. 

Akan tetapi, pada kehamilan sungsang, ibu justru akan merasakan tendangan kuat di perut bagian bawah atau rahim bawah. Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa kaki bayi berada di bagian bawah rahim. Sementara itu, jika posisi bayi sungsang melintang, maka tendangan akan ibu rasakan di perut bagian samping.

5. Massa di Bagian Panggul Ibu Tidak Teratur

Tanda-tanda janin sungsang berikutnya adalah massa atau berat di bagian panggul ibu hamil menjadi tidak teratur. Hal ini biasanya akan dokter atau bidan jumpai ketika sedang melakukan pemeriksaan palpasi abdomen untuk memeriksa area panggul. Dalam kondisi normal, tenaga medis umumnya akan menemukan kepala bayi yang masuk ke dalam rongga panggul.

Akan tetapi, dalam kasus kehamilan sungsang, bentuk massanya justru menjadi tidak teratur. Kondisi tersebut menjadi tanda bahwa bagian tubuh janin yang turun ke panggul bukanlah kepala bayi. Di lain sisi, bagian tersebut bisa jadi adalah kaki atau bokong bayi.

6. Tekanan pada Rahim

Ciri-ciri bayi sungsang lainnya adalah adanya tekanan pada rahim. Kondisi ini kerap membuat ibu hamil merasa sesak napas atau terasa ada dorongan di bagian tulang rusuk. Hal itu terjadi lantaran kepala bayi terus mendesak rahim, sehingga bisa mencapai bagian tulang rusuk. Beberapa ibu hamil juga akan menjadi lebih sering buang air kecil karena kandung kemihnya yang ditendang oleh kaki atau bokong bayi.

Baca Juga  8 Makanan Ibu Menyusui agar BAB Bayi Lancar & Cegah Sembelit

7. Posisi Bayi pada Pemeriksaan Vagina

Tanda-tanda janin sungsang yang terakhir adalah posisi bayi pada pemeriksaan vagina. Pemeriksaan ini akan dokter lakukan ketika ibu hamil sudah mengalami kontraksi menjelang melahirkan. Tujuan pemeriksaan tersebut adalah untuk mengetahui proses terbukanya mulut rahim pada persalinan normal. Pada kasus kehamilan sungsang, dokter tidak akan menemukan kepala bayi yang memiliki massa keras. Akan tetapi, justru mendapati kaki atau pantat bayi.

Cara Melahirkan yang Aman

Ketika mengalami kehamilan sungsang, maka dokter perlu melakukan pemeriksaan terlebih dulu untuk memutuskan cara melahirkan yang tepat dan aman. Pada dasarnya, ibu hamil yang tengah mengandung anak kembar dan hanya salah satunya yang mengalami posisi sungsang, maka dokter akan menganjurkan untuk menjalani persalinan normal untuk menurunkan risiko melahirkan.

Sementara itu, apabila ibu hamil mengalami beberapa kondisi di bawah ini, maka melahirkan normal akan lebih berisiko, antara lain.

  • Bayi mempunyai berat badan melebihi 3,8 kg atau justru kurang dari 2 kg.
  • Bayi prematur.
  • Kaki bayi terletak di bawah bokong.
  • Posisi plasenta yang terlampau rendah atau mengalami plasenta previa.
  • Memiliki riwayat persalinan caesar sebelumnya.
  • Mengalami komplikasi kehamilan, seperti preeklamsia.
  • Mempunyai ukuran pinggul yang kecil.

Nah, apabila ibu menjumpai beberapa kasus di atas, maka langkah terbaik yang akan dokter sarankan adalah menjalani operasi caesar. Persalinan ini umumnya membantu untuk mengurangi risiko persalinan. Meski begitu, persalinan caesar juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya perdarahan atau perawatan di rumah sakit yang lebih lama. Untuk itu, agar memperoleh rekomendasi persalinan yang tepat, sebaiknya ibu hamil segera berkonsultasi ke dokter.

Penutup

Itulah sederet informasi mengenai ciri-ciri bayi sungsang yang perlu ibu hamil kenali. Pada umumnya, prosedur melahirkan bayi sungsang yang bisa ibu jalani tergantung kondisinya. Meski begitu, kebanyakan kasus akan dokter sarankan untuk menjalani persalinan caesar.

Baca Juga  7 Penyebab Kaki Bengkak saat Hamil 8 Bulan dan Bahayanya

Di sisi lain, ibu hamil juga perlu berkonsultasi kepada dokter untuk memantau posisi janin atau meminta saran terkait cara melahirkan yang aman agar bisa mencegah risikonya. Nah, jika ingin mengetahui informasi seputar kondisi kehamilan lainnya, yuk simak dalam kanal New Life!

Produk Pilihan
Bingung Mau Pilih Korset yang Mana?