fbpx

5 Tanda Rahim Tidak Sehat dan Penyebabnya, Catat Cirinya!

5 Tanda Rahim Tidak Sehat dan Penyebabnya, Catat Cirinya!

Uterus atau rahim adalah organ reproduksi yang dimiliki wanita. Apabila rahim dalam kondisi tidak normal, maka seorang wanita berisiko mengalami masalah kesuburan, hingga kesulitan hamil. Itulah sebabnya, mengetahui tanda rahim tidak sehat penting untuk membantu setiap wanita mendeteksinya sejak dini jika terdapat masalah.

Selain itu, mendeteksi masalah pada rahim juga bisa membantu wanita agar segera melakukan pengobatan yang tepat. Nah, jika ingin mengetahui tanda rahim tidak sehat, yuk simak selengkapnya di artikel berikut!

Tanda Rahim Tidak Sehat

Dalam kondisi normal, rahim memiliki ukuran sebesar buah pir dengan bagian luar yang terlindungi oleh dinding berotot dan tebal. Di sisi lain, bagian tengahnya berlubang dan terdapat lapisan endometrium. Rahim memiliki sejumlah fungsi sebagai sistem reproduksi, seperti menstruasi, hingga persalinan. Sayangnya, rahim juga bisa mengalami masalah.

Adapun beberapa tanda rahim tidak sehat adalah sebagai berikut:

1. Gangguan Menstruasi

Salah satu tanda rahim tidak sehat adalah mengalami gangguan menstruasi. Pada umumnya, menstruasi akan terjadi setiap satu bulan sekali dengan rentang waktu 21-32 hari.

Akan tetapi, jika kurang atau lebih dari rentang waktu tersebut, bisa jadi kamu tengah mengalami gangguan menstruasi. Namun, kamu juga perlu mengingat bahwa setiap wanita memiliki siklus haid yang berbeda-beda. Jadi, ketika jadwal haidmu sering mengalami perubahan, sebaiknya coba periksakan ke dokter.

2. Nyeri di Area Rahim

Ciri-ciri rahim bermasalah berikutnya adalah timbulnya rasa nyeri di sekitar uterus. Rasa nyeri ini bisa terasa di beberapa bagian tubuh, seperti perut, punggung bagian bawah, maupun panggul.

Pada umumnya, kondisi tersebut terjadi akibat pertumbuhan jaringan yang tidak normal di dalam rahim, seperti kista, kanker, maupun tumor. Gejala ini juga dapat terjadi lebih sering ketika melakukan aktivitas tertentu, misalnya berhubungan seksual.

Baca Juga  Cara Mempercepat Kontraksi: Tips dan Trik yang Mudah Dilakukan

3. Perubahan Cairan Keputihan

Tanda rahim tidak sehat selanjutnya adalah adanya perubahan cairan keputihan. Dalam kondisi normal, cairan keputihan umumnya memiliki warna bening atau putih, tidak mengeluarkan bau, serta kental. Akan tetapi, jika kamu mengalami perubahan warna, bau, serta tekstur cairan keputihan, hingga mengeluarkan darah, bisa jadi itu adalah pertanda bahwa rahim tengah mengalami masalah.

4. Perdarahan di Luar Jadwal Haid

Perdarahan yang terjadi di luar jadwal haid juga menjadi salah satu tanda adanya masalah pada rahim. Darah yang keluar dari vagina ini juga berasal dari rahim. Nah, ketika mengalami masalah, darah bisa keluar sebelum atau sesudah jadwal haid.

Perdarahan ini juga bisa terjadi dalam jumlah banyak, maupun sekadar bercak darah. Kondisi ini rentan terjadi pada wanita yang mengalami masalah infeksi maupun kelainan di area leher rahim.

5. Rahim Kering

Tanda rahim tidak sehat yang terakhir adalah uterus mengering. Hal ini rentan terjadi pada wanita yang tengah mengalami menopause. Sebab, rahim sudah tidak lagi menghasilkan sel telur. Nah, ketika kadar sel telur semakin berkurang, maka hormon estrogen juga turut menurun. Kondisi tersebut bisa membuat kulit, vagina, hingga jaringan vulva kurang elastis, serta menipis.

Penyebab Rahim Tidak Sehat

Kondisi rahim yang bermasalah umumnya terjadi karena beberapa kondisi. Adapun beberapa penyebab rahim tidak sehat adalah sebagai berikut:

1. Fibroid Uterus

Salah satu penyebab rahim bermasalah adalah fibroid uterus atau tumor jinak di area rahim. Fibroid berasal dari sel otot maupun jaringan yang tumbuh di dalam, di sekitar, maupun di rahim itu sendiri. Sayangnya, kondisi ini sering tidak menunjukkan gejala apa pun.

Namun, saat mengalami fibroid uterus, kamu mungkin akan mengalami sejumlah gejala tertentu, seperti menstruasi yang terasa lebih menyakitkan dan berat, sering buang air kecil, nyeri punggung bawah, infertilitas, hingga munculnya rasa kenyang di perut bagian bawah.

Baca Juga  Gejala Baby Blues: Apa yang Harus Diwaspadai

2. Endometriosis

Penyebab rahim tidak sehat lainnya adalah akibat endometriosis yang menyerang jaringan endometrium dalam rahim. Penyakit ini terjadi ketika tumbuh jaringan yang mirip dengan lapisan rahim, tetapi di lokasi yang tidak seharusnya. Endometriosis lebih sering dijumpai di beberapa bagian, seperti bawah ovarium atau di tuba falopi. Bahkan, pada sejumlah kasus, endometriosis juga bisa tumbuh di usus, kandung kemih, sekitar rahim, hingga paru-paru.

Endometriosis lebih rawan menyerang wanita dengan usia 30-40 tahun. Adapun beberapa gejala yang umumnya muncul saat mengalami endometriosis adalah infertilitas, nyeri panggul, menstruasi terasa berat, kram menstruasi yang menyakitkan, gastrointestinal, kelelahan, hingga nyeri di bagian perut. Untuk itu, saat mengalami gejala tersebut, sebaiknya lekas periksakan diri ke dokter.

3. Sindrom Ovarium Polikistik Eksternal

Penyebab rahim bermasalah berikutnya adalah karena Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) eksternal. Kondisi tersebut terjadi saat ovarium maupun kelenjar adrenal mengalami ketidakseimbangan hormon. Hal ini bisa memunculkan kista dalam ovarium. Selain itu, wanita yang memiliki riwayat obesitas cenderung lebih rentan mengalami PCOS.

Bukan hanya itu, wanita yang mengalami PCOS juga lebih rentan mengalami penyakit jantung maupun diabetes. Adapun sejumlah gejala PCOS eksternal pada wanita adalah nyeri panggul, infertilitas, kebotakan, munculnya jerawat, ketombe, maupun kulit berminyak.

4. Kanker Ginekologi

Kanker ginekologi juga termasuk salah satu penyebab rahim bermasalah. Jenis kanker ini menyerang bagian organ reproduksi wanita yang berada di area panggul. Adapun beberapa jenis kanker ginekologi adalah kanker ovarium, kanker serviks, kanker vulva, hingga kanker rahim.

5. Interstitial Cystitis

Penyebab rahim tidak sehat yang terakhir adalah akibat Interstitial Cystitis (IC). Kondisi tersebut terjadi ketika kandung kemih mengalami masalah kronis, sehingga memicu rasa nyeri yang berlebihan dan berlangsung lama di area panggul maupun sekitar kandung kemih.

Baca Juga  Cara Agar Cepat Kontraksi Asli dan Pembukaan

Seseorang yang mengalami IC cenderung rentan menimbulkan jaringan parut serta kandung kemih yang terasa kaku. Kondisi tersebut memiliki sejumlah gejala, seperti sering buang air kecil, munculnya tekanan pada panggul atau perut, hingga rasa tidak nyaman ringan di perut dan panggul.

Penutup

Demikian beberapa penjelasan mengenai tanda rahim tidak sehat dan penyebabnya. Pada umumnya, rahim yang tidak sehat ini bisa memengaruhi kesuburan wanita, hingga menyebabkan kesulitan hamil. Maka dari itu, menjaga kesehatan rahim adalah hal yang harus dilakukan setiap wanita, seperti menerapkan gaya hidup sehat. Jadi, yuk selalu perhatikan kesehatan rahim bersama New Life!

Produk Pilihan
Bingung Mau Pilih Korset yang Mana?