fbpx

5 Tanda Diare pada Bayi yang Perlu Ibu Waspadai, Yuk Catat!

5 Tanda Diare pada Bayi yang Perlu Ibu Waspadai, Yuk Catat!

Saat masih bayi, si kecil umumnya rentan mengalami sejumlah jenis penyakit, seperti diare. Tanda diare pada bayi yang mudah ibu kenali adalah tekstur feses yang menjadi cair. Selain itu, frekuensi buang air besar biasanya akan meningkat daripada kondisi normal.

Apabila hal itu biarkan begitu saja, bayi berisiko mengalami dehidrasi akibat kehilangan banyak cairan dalam tubuh. Nah, untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar tanda diare pada bayi, yuk simak selengkapnya dalam tulisan berikut!

Tanda Diare pada Bayi

Bayi yang mengalami mencret atau diare umumnya akan menunjukkan berbagai ciri-ciri. Hal ini penting untuk ibu kenali agar segera mendapatkan penanganan yang tepat. Adapun beberapa tanda diare pada bayi adalah sebagai berikut:

1. Feses Berair dan Berbau Tidak Sedap

Salah satu tanda diare pada bayi adalah feses yang berubah tekstur menjadi cair dan mengeluarkan bau tak sedap. Pada anak yang sehat serta mengonsumsi ASI, tekstur feses umumnya akan tampak lebih lunak dan berwarna kekuningan.

Di sisi lain, jika si kecil mengonsumsi susu formula, tekstur fesesnya akan lebih padat serta berwarna kecokelatan. Nah, ketika feses berubah bentuk menjadi cair, bahkan sampai mengeluarkan bau tidak sedap, kemungkinan si kecil sedang mengalami diare.

2. Frekuensi Buang Air Besar Meningkat

Tanda diare pada anak lainnya adalah meningkatnya frekuensi buang air besar daripada biasanya. Pada dasarnya, si kecil yang berusia di bawah 2 bulan, frekuensi buang air besarnya sekitar 4-6 kali per hari.

Pada usia si kecil di atas 2 bulan dan mengonsumsi ASI, frekuensi BAB sebanyak 3 kali per hari. Sementara itu, jika si kecil mengonsumsi susu formula, frekuensinya menjadi 1-2 kali per hari. Nah, apabila frekuensinya sudah melebihi batas, kemungkinan si kecil sedang mengalami diare.

Baca Juga  7 Daftar Makanan Sehat untuk Ibu Hamil Yang Aman Dikonsumsi

3. Rewel

Tanda diare pada bayi berikutnya adalah si kecil lebih rewel daripada biasanya dan lemah. Hal itu bisa timbul karena si kecil merasa kesakitan dan tidak nyaman, sehingga dirinya akan lebih rewel. Selain rewel, si kecil pun akan lebih sering menangis daripada biasanya. Suara tangisannya bisa semakin lemah karena tubuhnya cenderung lemas.

4. Demam

Tanda diare pada bayi selanjutnya adalah karena demam. Kondisi tersebut bisa terjadi ketika diare pada anak disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, maupun parasit. Infeksi ini timbul karena si kecil yang sering memasukkan mainan maupun tangan ke dalam mulut, sehingga rentan terserang bakteri maupun kuman. 

Nah, kondisi itu dapat menimbulkan demam sebagai upaya perlawanan dari sistem kekebalan tubuh anak. Apabila suhu tubuh anak melebihi 38,9-40 derajat Celcius, ibu perlu segera memeriksanya. Sebab, hal itu bisa menjadi tanda dehidrasi.

5. Perut Bayi Berbunyi Nyaring

Tanda diare pada bayi yang terakhir adalah perutnya berbunyi begitu nyaring atau terdengar suara gemuruh. Hal itu terjadi sebagai respons normal dari kontraksi usus yang tengah mencerna makanan.

Akan tetapi, jika bunyi nyaring pada perut tersebut terjadi lebih kencang dan tidak beraturan, kemungkinan bayi sedang mengalami masalah sistem pencernaan, seperti diare. Di samping itu, kondisi ini juga dapat menjadi tanda penyakit lainnya, seperti perut kembuh, mual, dan muntah.

Ciri Bayi Mengalami Dehidrasi saat Diare

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, diare pada anak yang tak kunjung mendapatkan penanganan bisa menyebabkan masalah kesehatan lainnya, seperti dehidrasi. Kondisi ini umumnya akan membuat kulit bayi menjadi kering. Selain itu, dehidrasi saat diare juga bisa menunjukkan ciri-ciri lainnya. Adapun beberapa ciri bayi mengalami dehidrasi saat diare, antara lain yaitu.

Baca Juga  Manfaat Alat Bantu Menyusui, Risiko, dan Tips Penggunaannya

1. Bayi Tampak Lemah

Salah satu ciri bayi mengalami dehidrasi saat diare adalah si kecil lemah. Pada kondisi normal, bayi kemungkinan akan tampak ceria dan aktif, meskipun sedang berkali-kali buang air besar.

Akan tetapi, jika si kecil sudah memasuki fase dehidrasi akibat kehilangan banyak cairan saat mencret, dirinya akan terlihat lebih lemah. Bukan hanya itu, anak mungkin akan terus menangis dan lebih pasif.

2. Penurunan Produksi Urine dan Perubahan Warna

Ciri bayi mengalami dehidrasi saat diare selanjutnya adalah karena penurunan produksi urine maupun perubahan warnanya. Biasanya, saat mengalami dehidrasi, intensitas buang air kecil pada bayi akan menurun. Warna urinenya pun menjadi kuning gelap. Hal itu terjadi karena si kecil kehilangan banyak cairan akibat diare.

3. Bibir Kering dan Mata Cekung

Ciri bayi mengalami dehidrasi saat diare yang terakhir adalah bibir kering serta mata yang semakin cekung. Sebab, saat cairan dalam tubuh berkurang drastis, kulit akan tampak lebih kering. Ibu dapat memastikan kondisi kulit bayi dengan cara mencubitnya perlahan dan menahannya selama 30 detik. 

Nah, kulit bayi yang berada dalam kondisi sehat umumnya akan lebih kenyal dan bisa kembali membal pasca ibu cubit kurang dari 1 detik. Sementara itu, jika kulitnya baru kembali dalam waktu sekitar 5-10 detik atau bahkan lebih, kemungkinan si kecil sedang mengalami dehidrasi. Di samping itu, ibu juga dapat memeriksa dehidrasi pada si kecil dengan menyentuh area ubun-ubunnya. 

Jika permukaan kulit menjadi cekung ke bawah setelah mendapatkan sentuhan dan kembali dalam waktu lama, kondisi tersebut terjadi akibat dehidrasi. Selain menyebabkan kulit kering, dehidrasi umumnya juga membuat bibir bayi menjadi kering serta pecah-pecah. Bukan hanya itu, mata bayi pun akan terlihat lebih cekung dan kuyi.

Baca Juga  6 Rekomendasi Susu Tinggi Kalsium untuk Ibu Hamil, Simak!

Penutup

Itulah sejumlah informasi mengenai tanda diare pada bayi dan ciri saat si kecil mengalami dehidrasi. Pada dasarnya, bayi yang mengalami diare akan tampak dari pola makannya yang menurun dan menjadi semakin rewel. Kondisi ini jika ibu biarkan saja tentu dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya. Itulah sebabnya, ibu perlu mencegah diare pada anak. Nah, jika Moms ingin tahu informasi mengenai cara menjaga kesehatan bayi lainnya, simak dalam situs New Life!

Produk Pilihan
Bingung Mau Pilih Korset yang Mana?