fbpx

Perhatikan! Ini Dampak Negatif Berhubungan Saat Hamil Muda!

Masih banyak orang yang beratnya-tanya, apakah ketika usia kehamilan yang masih tergolong muda atau trimester pertama boleh melakukan hubungan intim? Sebenarnya melakukan hubungan intim di saat usia kehamilan masih muda itu diperbolehkan saja dan terbilang aman.

Tetapi, tidak sedikit wanita menghindari dan menolak untuk berhubungan intim. Hal ini disebabkan karena pada masa awal kehamilan, sebagian wanita mengalami rasa mual atau morning sickness, kekurangan gairah dan tenaga, dan perasaan yang tidak stabil. Namun, ada juga sebagian wanita yang ingin berhubungan intim pada saat trimester pertama untuk meningkatkan perasaan senang dan bahagia. 

Kondisi Ibu Hamil Yang Tidak Disarankan Berhubungan Intim

Tidak semua ibu hamil diperbolehkan melakukan hubungan intim dikarenakan beberapa kondisi tertentu. Ini adalah beberapa kondisi ibu hamil yang tidak disarankan berhubungan intim. 

1. Pernah melahirkan secara prematur

Kelahiran prematur adalah kondisi dimana janin keluar sebelum cukup bulannya. Oleh karena itu, tidak disarankan bagi yang pernah melahirkan prematur untuk berhubungan intim saat hamil untuk mencegah hal itu terjadi kembali.

2. Memiliki indikasi keguguran

Keguguran dapat terjadi karena banyak faktor, seperti kelainan genetik yang dialami janin, efek dari obat-obatan tertentu. Jika ada riwayat pernah mengalami keguguran, tidak menutup kemungkinan hal ini akan terjadi kembali. Maka dari itu, tidak disarankan berhubungan intim saat hamil ketika memiliki indikasi keguguran atau riwayat keguguran.

3. Adanya gangguan plasenta

Ketika memiliki gangguan pada plasenta, sebaiknya ibu hamil tidak melakukan hubungan intim. Hal ini karena dapat membuat kontraksi pada rahim dan akan menimbulkan perdarahan pada vagina ketika hamil.

Dampak Negatif Berhubungan Saat Hamil Muda

Sebelum memutuskan untuk melakukan hubungan saat hamil muda, ibu hamil dan suami perlu mengetahui terlebih dahulu dampak negatif yang mungkin dapat terjadi. Di bawah ini adalah beberapa dampak negatif berhubungan saat hamil muda:

Baca Juga  Pengertian Metode ERACS dan Perbedaannya dengan SC Biasa

1. Pendarahan

Dampak negatif berhubungan saat hamil muda yang sering dialami kebanyakan wanita adalah pendarahan. Terjadinya penetrasi pada vagina membuat pembuluh darah serviks di dalamnya mengalami pendarahan dikarenakan kepala penis bersentuhan langsung dengan serviks.

Terlebih melakukan seks anal, yang dapat menyebabkan pendarahan yang cukup banyak dan mengancam keselamatan janin. Ketika melakukan seks anal, objek apapun yang masuk ke dalamnya dapat melukai pembuluh darah di dalam anus dan menyebabkan trauma plasenta yang menyebabkan pendarahan yang banyak. Untuk itu, seks anal sangat tidak dianjurkan dokter untuk dilakukan ketika sedang hamil trimester pertama.

2. Iritasi Vagina

Pada kehamilan di trimester pertama, organ tubuh sangatlah sensitive, terlebih pada bagian vagina. Ketika ibu hamil muda sedang melakukan hubungan intim, tidak heran bila pada vagina ibu hamil akan mengalami iritasi dan bisa saja menyebabkan keluarnya bercak darah.

Namun, hal ini bisa dikatakan normal ketika pendarahannya berwarna merah muda, merah menyala, ataupun coklat. Sebenarnya, ini hal yang cukup sering terjadi dan akan hilang dengan sendirinya. Selain dapat menimbulkan pendarahan, iritasi pada vagina bahkan juga dapat menyebabkan keguguran.

3. Tertular Penyakit Kelamin

Dampak negatif berhubungan saat hamil muda lain yang resikonya cukup berbahaya adalah dapat menyebabkan tertular penyakit kelamin. Apalagi jika ibu dan suami ingin berfantasi menggunakan sex toy yang tidak dibersihkan terlebih dahulu.

Jika ingin menggunakannya maka yang paling utama adalah membersihkan sex toy terlebih dahulu. Sex toy yang kotor dan belum dibersihkan dapat menyebabkan berkembangnya bakteri jahat yang dapat masuk kedalam vagina yang menyebabkan penyakit. Dan pastikan juga ketika memakainya, hindari pemakaian yang kasar, dikarenakan vagina adalah organ paling sensitif dan mudah iritasi. Jika perlu pakailah pengaman untuk menghindari tertularnya penyakit seksual.

Baca Juga  6 Cara Memilih Korset Pasca Melahirkan yang Bagus, Simak!

4. Terjadi Penyumbatan 

Berhubungan intim bisa menjadi dampak negatif bagi janin jika melakukannya dengan cara yang salah. Resiko yang paling buruk adalah bisa mengancam keselamatan janin di dalam kandungan dan ibu hamil. Sebaiknya, ibu dan suami pelajari terlebih dahulu apa saja tindakan yang tidak boleh dilakukan ketika berhubungan intim, tetapi tetap dapat memuaskan istri. 

Sering sekali suami yang nakal melakukan seks oral atau memuaskan istri dengan mulut, lidah, atapun tangan. Karena terlalu menikmati suasana, suami terkadang melakukan tindakan yang seharusnya tidak boleh dilakukan kepada ibu hamil, seperti salah satu contohnya adalah meniup vagina agar istri merasakan kepuasan.

Namun cara ini tidak dianjurkan karena ketika vagina ditiup akan menimbulkan terjadinya penyumbatan sirkulasi darah dalam vagina karena gelembung udara masuk kedalam vagina atau yang biasa disebut emboli udara. Maka dari itu, tidak sembarangan cara boleh dilakukan untuk memuaskan istri saat hamil muda. 

5. Menularkan virus ke janin

Dampak negatif berhubungan saat hamil muda yang terakhir adalah menularkan virus tertentu ke dalam janin yang sedang berada dalam kandungan.  Ini sangat berakibat fatal karena dapat menyebabkan cacat lahir bahkan keguguran. Namun, ini bisa dicegah jika ibu hamil berkonsultasi ke dokter kandungan dan memeriksakan diri apakah ibu hamil memiliki riwayat penyakit tertentu.

Salah satu contoh penyakit yang perlu diketahui adalah herpes genital. Jika sudah melakukan hubungan intim dan teryata ibu hamil sedang mengidap penyakit gerpes genital, maka virus ini bisa menginfeksi janin melalui plasenta. Dan ketika janin sudah terinfeksi virus ini, maka besar kemungkinan janin akan lahir dengan keadaan cacat atau bisa menyebabkan keguguran. Herpes genital ini juga dapat menginfeksi bayi yang sudah lahir dan menyebabkan komplikasi yang berbahaya. 

Baca Juga  Kondisi Rahim Setelah Kuret & Prosedur Menjalaninya, Catat!

Kesimpulan

Maka dari itu, sebelum berhubungan saat hamil muda, alangkah baiknya jika ibu melakukan pemeriksaan ke dokter secara rutin dengan suami. Pemeriksaan ini juga dapat membantu ibu dan suami mengetahui riwayat penyakit yang mungkin dapat berbahaya bagi janin. 

Jika ibu atau suami memiliki penyakit tertentu, lebih baik hindari berhubungan intim dan mengobatinya terlebih dahulu. Dan bila tidak ada masalah kesehatan, ibu juga dapat menanyakan apakah ibu dan suami memungkinkan untuk berhubungan saat hamil muda ke dokter dan dapat meminta tips yang aman bagi ibu dan suami.

Jangan lewatkan kesempatan untuk memperoleh informasi berharga seputar kehamilan lainnya hanya di New Life.

Produk Pilihan
Bingung Mau Pilih Korset yang Mana?