fbpx

Imunisasi pada Bayi: Pengertian, Tujuan, dan Jenis-jenisnya

Imunisasi pada Bayi: Pengertian, Tujuan, dan Jenis-jenisnya

Imunisasi pada bayi adalah salah satu hal yang bayi butuhkan untuk membantu meningkatkan sistem imunitas tubuh si kecil. Dengan begitu, anak akan terhindar dari risiko penyakit berbahaya, menular, maupun wabah tertentu. Itulah sebabnya, ibu perlu memenuhi imunisasi dasar sesuai jadwalnya untuk anak.

Ada banyak jenis imunisasi yang perlu ibu penuhi, mulai dari polio, DPT, BCG, dan lainnya. Jika ibu ingin mengetahui informasi lebih lanjut seputar apa itu imunisasi pada bayi, yuk simak selengkapnya dalam artikel berikut!

Pengertian Imunisasi pada Bayi

Imunisasi adalah suatu bentuk proses pembentukan sistem kekebalan tubuh pada anak terhadap suatu penyakit. Hal ini akan dilakukan melalui pemberian vaksin, baik dalam bentuk minum maupun suntikan. Pada dasarnya, imunisasi bisa diberikan pada segala usia. Akan tetapi, terdapat sejumlah imunisasi dasar yang perlu ibu penuhi sejak anak masih berusia dini.

Pemberian imunisasi pada bayi memiliki jadwal yang sesuai berdasarkan aturan Kemenkes serta IDAI. Adapun tujuan imunisasi dasar adalah mencegah terjadinya kecacatan, serangan penyakit, hingga kematian. Dengan begitu, akan akan lebih kebal terhadap berbagai penyakit selama masa pertumbuhannya.

Tujuan Imunisasi Dasar

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, imunisasi dasar memiliki beberapa tujuan yang umumnya dapat membantu menjaga kesehatan si kecil. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa tujuan imunisasi pada bayi:

  • Membantu melindungi bayi dari serangan berbagai penyakit berbahaya yang bisa memicu kecacatan, hingga kematian.
  • Membantu membentuk herd immunity. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit pada orang-orang yang tak bisa menerima imunisasi.
  • Mendukung pertumbuhan bayi.

Pada dasarnya, tidak semua orang bisa menerima imunisasi, seperti seseorang yang mempunyai masalah kesehatan tertentu. Maka dari itu, pemberian imunisasi pada si kecil bisa membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit.

Baca Juga  8 Penyebab Mimisan saat Hamil 9 Bulan dan Dampaknya, Simak!

Jenis Imunisasi pada Bayi

Pada dasarnya, imunisasi memiliki beberapa jenis yang berurutan berdasarkan usia bayi. Hal ini telah diatur oleh Kemenkes dan IDAI untuk diikuti oleh masyarakat Indonesia. Adapun beberapa jenis imunisasi pada bayi adalah sebagai berikut:

1. Usia 0-6 Bulan

Pada bayi yang berusia 0-6 bulan, penting bagi ibu untuk memenuhi kebutuhan imunisasinya. Hal ini penting agar si kecil lebih kebal terhadap serangan penyakit. Adapun beberapa jenis imunisasi pada bayi usia 0-6 bulan adalah sebagai berikut.

  • Hepatitis B. Vaksinasi ini bisa ibu berikan kepada bayi sebanyak 4 kali, yaitu pada 24 jam usai si kecil lahir, di usia 2, 3, hingga 4 bulan. Selanjutnya, bayi juga membutuhkan vaksin booster ketika sudah berumur 18 bulan.
  • BCG, yaitu jenis vaksin yang hanya perlu ibu berikan sebanyak satu kali, yakni pada usia 0-1 bulan.
  • DPT, yaitu jenis imunisasi yang perlu ibu penuhi pada si kecil sebanyak tiga kali, di usia 2, 3, hingga 4 bulan. Untuk vaksin lanjutannya, ibu bisa memberikannya sebanyak dua kali, yakni di usia 18 bulan serta 5-7 tahun.
  • HiB, yaitu jenis imunisasi yang dapat ibu berikan sebanyak tiga kali, yakni di usia 2, 3, serta 4 bulan. Untuk vaksin lanjutannya bisa ibu berikan sekali, tepatnya pada umur 18 bulan.
  • Vaksin polio oral yang bisa ibu penuhi saat bayi baru lahir hingga berumur 1 bulan. Di sisi lain, untuk jenis vaksin polio suntik, ibu perlu memenuhinya sebanyak dua kali, yaitu sebelum si kecil memasuki usia 1 tahun. Setelah itu, ibu juga bisa memberikan vaksin polio oral atau suntikan secara berulang kali atau setiap bulan ketika berusia 2, 3, hingga 4 bulan.
  • PCV atau Pneumokokus, yaitu jenis vaksin yang bisa ibu berikan sebanyak tiga kali, ketika anak berusia 2, 4, hingga 6 bulan. Untuk vaksin lanjutannya bisa ibu penuhi saat si kecil memasuki usia 12-15 bulan.
  • Rotavirus, yaitu jenis vaksin yang perlu ibu penuhi sebanyak dua kali. Untuk dosis pertama rotavirus monovalen, yaitu di usia 6 minggu dan dosis kedua pada 4 minggu sesudahnya atau maksimal saat si kecil berumur 24 minggu. Di sisi lain, rotavirus pentavalen bisa ibu berikan sebanyak tiga kali, yakni di usia 6-12 minggu, lalu sisa dua dosisnya bisa ibu penuhi 4-10 minggu sesudahnya. Vaksinasi ini umumnya harus usai saat si kecil sudah berusia 32 minggu.
Baca Juga  Berikut Manfaat Vitamin DHA untuk Ibu Hamil dan Janin

2. Usia 6-12 Bulan

Ketika bayi memasuki usia 6 sampai 12 bulan, terdapat beberapa jenis vaksin yang perlu ibu penuhi, seperti influenza, JE, dan MMR. Adapun beberapa jenis imunisasi pada bayi usia 6-12 bulan adalah sebagai berikut.

  • Influenza, yaitu jenis imunisasi yang bisa ibu berikan pada anak saat berumur 6 bulan. Imunisasi berikutnya akan ibu lanjutkan setahun sekali saat anak berusia 18 bulan sampai 18 tahun.
  • Japanese Encephalitis (JE). Jenis imunisasi ini bisa ibu berikan saat anak telah berumur 9 bulan. Imunisasi selanjutnya dapat ibu berikan ketika si kecil telah memasuki usia 2-3 tahun.
  • MMR, yaitu jenis imunisasi yang bisa ibu berikan pada bayi berusia 9 bulan. Setelah itu, ibu bisa memberikan vaksinasi booster ketika anak telah memasuki umur 18 bulan atau 5 sampai 7 tahun.

3. Usia 12-24 Bulan

Saat anak memasuki usia satu tahun, pemberian imunisasi juga tidak boleh ibu tinggalkan. Hal ini penting untuk menghindari beberapa jenis penyakit. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa jenis imunisasi pada anak usia 12-24 bulan.

  • Hepatitis A, imunisasi ini dapat ibu berikan sebanyak 2 kali, yakni mulai dari usia 12 bulan. Selanjutnya, ibu bisa melanjutkannya lagi dengan rentang waktu 6 sampai 12 bulan usai pemberian dosis pertama.
  • Varisela. Jenis imunisasi ini bisa ibu berikan sebanyak dua kali saat anak telah berusia 12 hingga 18 bulan. Adapun jarak antara dosis pertama dan dosis kedua adalah sekitar 6 minggu hingga 3 bulan.

4. Usia 2-18 Tahun

Ketika anak telah berusia 2-18 tahun, maka imunisasinya pun juga berbeda. Adapun beberapa jenis imunisasi pada anak usia 2-18 tahun adalah sebagai berikut.

  • Tifoid, yaitu jenis imunisasi sekali untuk anak usia 2 tahun. Imunisasi ini bisa ibu berikan lagi setiap 3 tahun sekali dari usia 5 sampai 18 tahun.
  • Dengue, yaitu vaksin yang bisa ibu berikan pada anak sebanyak 3 kali dengan rentang usia 9-16 tahun. Adapun rentang waktu untuk setiap dosisnya adalah berjarak 6 bulan.
  • HPV, yaitu vaksin yang bisa ibu berikan pada anak perempuan sebanyak 2 kali dengan rentang usia 9-14 tahun dan berjarak 6 sampai 15 bulan untuk setiap dosisnya.
Baca Juga  5 Perawatan Perut Bergelambir Setelah Melahirkan

Penutup

Itulah beberapa informasi mengenai apa itu imunisasi pada bayi, tujuan, hingga jenis-jenisnya. Pada dasarnya, memenuhi imunisasi untuk si kecil adalah hal penting demi mencegah serangan penyakit.

Maka dari itu, ibu perlu memperhatikan jadwal imunisasi si kecil agar tidak terlewatkan. Dengan begitu, si kecil pun akan terjaga kesehatannya. Nah, apabila ibu ingin mengetahui informasi lain mengenai imunisasi bayi, simak lebih lanjut dalam laman New Life!

Produk Pilihan
Bingung Mau Pilih Korset yang Mana?