fbpx

Bayi Terlilit Tali Pusar Pertanda Bayi Kembar?

Kasus bayi terlilit tali pusar sering terjadi. Kondisi ini terjadi karena banyak faktor. Namun, benarkah salah satu alasannya adalah terdapat bayi kembar dalam satu kandungan? Berikut ulasannya. 

Apakah Bayi Terlilit Tali Pusar Pertanda Bayi Kembar?

Tali pusar menjadi bagian penting yang berguna untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen dari ibu ke bayi. Jaringan satu ini mirip dengan selang yang menjadi jembatan penghubung. Bentuknya yang panjang dan memiliki rongga di dalam membuatnya semakin mirip. 

Panjang tali pusar berbeda-beda setiap anaknya. Ada yang berukuran pendek, ada yang cukup panjang, tapi rata-rata memiliki ukuran sepanjang 50-60 cm. Bentuk tali pusar yang memanjang ini bukan tanpa efek samping apapun. Kondisi di dalam kandungan yang tidak begitu luas membuat bayi berkemungkinan untuk terlilit.

Selama di dalam kandungan, bayi aktif melakukan gerakan. Gerakan yang bayi lakukan sebenarnya merupakan pertanda baik karena artinya bayi aktif dan menunjukkan ciri-ciri kehidupan.

Namun, risiko terlilit tali pusar ini membuat orang tua baru sering was-was. Sebenarnya, tidak semua kondisi bayi terlilit tali pusar itu berbahaya. Tergantung bagaimana lilitan dan penyebabnya. Kondisi ini terbilang aman jika lilitan tidak terlalu kencang dan tidak mengenai leher. Kemudian, hal ini juga terbilang normal jika penyebabnya bukan karena penyakit tertentu.

Salah satu penyebab bayi terlilit tali pusar adalah adanya dua bayi di dalam satu kandungan, atau ibu sedang mengandung bayi kembar. Ya, kondisi bayi terlilit tali pusar dapat menjadi pertanda bahwa kamu sedang mengandung bayi kembar.

Ketika terdapat dua bayi, artinya terdapat dua tali pusar juga. Seperti yang telah dijelaskan tadi bahwa bayi aktif bergerak di dalam kandungan bisa menyebabkan salah satu atau keduanya terlilit tali pusar saudara serahim.

Baca Juga  Botol Susu Bayi Pigeon: Harga dan Cara Merawatnya

Untuk mendapatkan laporan pemantauan yang lengkap, lakukanlah ultrasonography (USG) atau pemindaian kandungan ketika usia kehamilan memasuki usia yang matang. Hal ini untuk bersiaga apabila terjadi kondisi di luar rencana kehamilan serta untuk membuat dokter lebih siap dan paham harus memberi tindakan seperti apa ketika membantu proses kelahirnya.

Demikian penjelasan seputar bayi dalam kandungan. Bayi terlilit pusar dapat menjadi pertanda adanya bayi kembar adalah fakta. Namun, tidak bisa hanya diikira-kira. Kamu harus memastikannya dengan melakukan USG. Untuk kamu yang mengidam-idamkan untuk memiliki bayi kembar, ternyata ada caranya seperti di bawah ini.

Cara Mendapatkan Bayi Kembar

Memiliki bayi kembar dalam sekali mengandung adalah sebuah berkah bagi sebagian orang. Bahkan, sebagian pasangan rela mengeluarkan biaya lebih untuk melakukan program kehamilan tersebut.

Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan bayi kembar:

1. Menikahi Orang dengan Riwayat Kembar

Cara yang pertama pasti sudah banyak orang yang tahu. Menikahi orang yang terlahir kembar akan meningkatkan peluang untuk memiliki anak kembar pula. Genetik yang diturunkan oleh orang tua dapat terbawa ke dalam janin ketika proses reproduksi.

Namun, kondisi ini bisa terjadi jika genetik kembar berasal dari sang ibu. Jika yang memiliki genetik kembar adalah ayah, maka kemungkinan untuk mempunyai anak kembar tidak bertambah.

2. Menjalani Program Bayi Tabung

Jika kamu menikahi seseorang tanpa riwayat kembar tapi menginginkan punya anak kembar, program bayi tabung bisa menjadi alternatif solusi. Program bayi tabung atau In vitro fertilization (IVF) adalah program kehamilan yang mempertemukan sel telur dan sperma melalui bantuan lab. 

Pada program ini, bayi yang akan menjadi hasil proses pembuahan dapat sesuai permintaan dari orang tua. Kamu bisa memesan bagaimana bayimu nantinya, jenis kelaminnya perempuan atau laki-laki, tunggal atau kembar, hampir semua keinginan bisa terkabul dengan bantuan alat modern dan dokter spesialis di bidangnya.

Baca Juga  7 Perawatan Bayi Baru Lahir yang Wajib Ibu Ketahui, Simak!

Namun, perlu kamu ketahui bahwa proses dari program bayi tabung ini tidak seinstan itu. Program ini memerlukan waktu, tenaga, dan biaya yang cukup besar. Jika kamu tipe orang yang sabar dan tekun untuk mendapatkan sesuatu, mungkin kamu cocok bila hendak mencoba program ini.

3. Hamil di Atas Usia 30 Tahun

Hamil di atas usia 30 tahun ternyata dapat memperbesar kemungkinan memiliki anak kembar. Hal ini dapat terjadi karena pada perempuan hormon FSH (follicle-stimulating hormone) terus meningkat seiring bertambahnya usia. Hormon FSH adalah hormon yang berperan dalam produksi estrogen dan progesteron, yaitu hormon yang membantu kematangan sel telur.

Selain itu, hamil di atas usia 30 tahun juga cenderung memproduksi lebih dari sel telur. Kondisi ini membuat sel sperma yang dapat membuahi pun bertambah dan menghasilkan bayi kembar. 

Kamu perlu mempertimbangkan cara ini dengan disertai konsultasi dokter. Alasannya karena hamil di usia tua juga meningkatkan risiko kehamilan. Pada usia tersebut, kamu rentan mengalami keguguran karena semakin bertambahnya umur maka kemampuan rahim pun ikut menurun.

Itulah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk memiliki anak kembar. Lakukan program yang sehat atau minta masukan dan saran dari tenaga medis untuk membantumu mencapai hasil tersebut. Setiap tindakan yang kamu pilih akan menentukan hasilnya di suatu hari.

Kesimpulan

Bayi terlilit tali pusar dapat menjadi tanda bahwa kamu sedang mengandung bayi kembar. Kondisi rahim yang tidak luas, ditambah adanya dua bayi yang aktif bergerak menyebabkan salah satu bayi terlilit oleh tali pusar. Lakukan USG secara rutin untuk mendapatkan hasil pemeriksaan secara berkala. 

Untuk mendapat informasi seputar kehamilan lainnya, kunjungi New Life.

Baca Juga  6 Toko Perlengkapan Bayi Termurah di Palembang, Terlengkap!
Produk Pilihan
Bingung Mau Pilih Korset yang Mana?