fbpx

5 Tanda Rahim Bersih Setelah Melahirkan & Risikonya, Simak!

5 Tanda Rahim Bersih Setelah Melahirkan & Risikonya, Simak!

Setelah melahirkan, kondisi rahim tentu belum sepenuhnya pulih. Dalam masa pemulihan dan pembersihan rahim tersebut, ibu mungkin merasa tidak nyaman. Lantas, apa tanda rahim bersih setelah melahirkan?

Salah satu tandanya adalah ibu sudah mengalami keputihan atau nifas sudah berhenti. Tak hanya itu, ibu mungkin juga akan merasa nyeri pada area di sekitar vagina.

Nah, untuk mengetahui tanda rahim bersih setelah melahirkan lainnya, baca artikel ini sampai habis!

Tanda Rahim Bersih Setelah Melahirkan

Pasca melahirkan, ibu mungkin akan sering merasa nyeri di area kewanitaan. Hal ini termasuk sebagai kondisi normal ketika rahim sedang proses pemulihan. Itulah mengapa, ibu disarankan untuk membatasi aktivitas yang memperparah rasa nyeri tersebut.

Di sisi lain, kondisi rahim yang sudah bersih juga menjadi tanda bahwa ibu bisa memulai aktivitas normal kembali. Adapun beberapa tanda rahim bersih setelah melahirkan adalah sebagai berikut.

1. Nyeri Vagina

Salah satu tanda rahim bersih setelah melahirkan adalah adanya rasa nyeri vagina. Selain nyeri, area vagina biasanya juga akan mengalami bengkak dan ada robekan kecil di bagian dinding vagina. Kondisi ini tergolong sebagai hal yang umum terjadi.

Untuk mengatasi rasa nyeri tersebut, ibu bisa mengompresnya dengan es batu yang dibalut handuk kering. Selain itu, ibu juga dapat mengonsumsi obat pereda nyeri atas resep dokter. Di sisi lain, apabila ibu mengalami nyeri disertai demam dan bau menyengat, sebaiknya lekas periksa ke dokter.

2. Nifas dan Keputihan

Tanda rahim bersih setelah melahirkan berikutnya adalah ibu mengalami keputihan dan nifas. Pada awalnya, akan keluar darah nifas terlebih dulu selama kurang lebih 40 hari. Periode ini bertujuan untuk mengeluarkan darah dari rahim yang dibutuhkan selama masa kehamilan.

Baca Juga  7 Pantangan Ibu Hamil yang Perlu Dihindari, Catat Risikonya!

Jadi, apabila tidak lagi dibutuhkan, darah akan keluar secara alami. Darah nifas tersebut secara bertahap akan berubah menjadi warna putih pucat atau kekuningan. Pada umumnya ketika sudah tiba di masa lokia alba, maka cairan akan keluar putih dan bening. Hal ini menunjukkan bahwa masa pemulihan rahim sudah tiba.

3. Kontraksi Rahim

Tanda rahim bersih setelah melahirkan selanjutnya adalah ibu mengalami kontraksi dan penyusutan rahim. Saat mengalami kontraksi, ibu mungkin akan merasa kram dan nyeri. Hal ini akan membaik setelah beberapa hari.

Ketika mengalami kontraksi rahim, ibu juga bisa berkunjung ke dokter agar dapat memantau ukuran serta konsistensi bagian atas dari rahim. Pada dasarnya, ukuran rahim sendiri akan kembali seperti semula setelah 4-6 minggu pasca melahirkan. Nah, ketika hal itu terjadi, berat rahim pun bisa berkurang hingga 10% dari berat pasca melahirkan.

4. Penyempitan Serviks

Tanda rahim bersih dan pulih setelah melahirkan lainnya adalah terjadinya penyempitan serviks atau leher rahim. Biasanya, serviks akan memiliki ukuran sekitar lebar 2 jari selama beberapa hari pasca melahirkan.

Nah, setelah beberapa minggu, leher rahim tersebut akan mengalami penyempitan secara bertahap dan kembali menebal. Meski begitu, serviks mungkin tidak akan sesempit seperti sebelum melahirkan.

5. Kelelahan

Tanda rahim bersih setelah melahirkan yang terakhir adalah ibu merasa lelah. Kondisi ini biasanya akan berlangsung selama beberapa minggu. Nah, untuk mengatasi rasa lelah tersebut, sebaiknya ibu mencukupi waktu istirahat dan mengonsumsi makanan bergizi, sehingga produksi ASI juga tetap terjaga.

Risiko Setelah Melahirkan

Selain mengetahui tanda rahim yang sudah bersih dan pulih, ibu juga perlu memahami risiko yang mungkin terjadi pasca melahirkan. Adapun beberapa risiko setelah melahirkan adalah sebagai berikut.

Baca Juga  Kram Perut Saat Hamil: Penyebab dan Solusi

1. Infeksi

Salah satu risiko setelah melahirkan adalah adanya infeksi pada luka operasi caesar maupun area kewanitaan apabila melakukan persalinan normal. Kondisi ini terjadi apabila luka atau area kewanitaan kurang terjaga kebersihannya.

Maka dari itu, menjaga kebersihan luka adalah hal penting, seperti membasuh area vagina dengan tepat dan menjaga luka agar tetap kering. Biasanya, dokter akan memberikan obat untuk membantu menghindari infeksi.

2. Pendarahan

Risiko setelah melahirkan lainnya adalah adanya pendarahan pasca persalinan. Kondisi ini bisa terjadi akibat gangguan pembekuan darah, ketidakmampuan rahim untuk berkontraksi, terdapat sisa jaringan plasenta, maupun robekan dinding rahim.

Kondisi ini dapat membahayakan nyawa ibu, karena keluarnya darah yang berlebihan bisa menyebabkan sesak napas, badan lemas, jantung berdebar, hingga berkurangnya frekuensi buang air besar. Maka dari itu, sebaiknya ibu segera memperoleh pertolongan medis.

3. Inkontinensia Urine

Risiko setelah melahirkan yang terakhir adalah inkontinensia urine atau sulit menahan buang air kecil. Hal ini umumnya terjadi pada masa nifas. Pasalnya, selama hamil tua, kandung kemih akan tertekan. Hal ini bisa memicu kerusakan pada otot panggul dan sekitarnya.

Untuk membantu pemulihan otot, ibu bisa melakukan senam kegel. Selain itu, apabila mengalami rasa nyeri dan sensasi terbakar saat kencing, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.

Penutup

Demikian sederet informasi mengenai tanda rahim bersih setelah melahirkan dan berbagai risiko yang bisa terjadi pasca persalinan. Untuk membantu mempercepat pemulihan tersebut, sebaiknya ibu menggunakan korset, seperti korset New Life.

Korset ini bisa membantu mengencangkan otot panggul dan perut, meredakan rasa nyeri punggung, hingga memperbaiki postur tubuh agar kembali seperti semula.

Baca Juga  Penyebab Keguguran, Mengapa Bisa Terjadi?

Untuk mendapatkannya, ibu dapat bertanya kepada admin via WhatsApp atau mengunjungi laman New Life Official Store sekarang juga!

Produk Pilihan
Bingung Mau Pilih Korset yang Mana?