fbpx

5 Tanda Air Ketuban Pecah dan Cara Menanganinya yang Tepat

5 Tanda Air Ketuban Pecah dan Cara Menanganinya yang Tepat

Salah satu tanda Bunda akan segera melahirkan adalah air ketuban pecah. Pada dasarnya, pecahnya ketuban ini akan terjadi ketika usia janin sudah cukup matang, yaitu saat memasuki lebih dari 37 minggu usia kehamilan. Nah, ketika hal itu terjadi, maka air ketuban akan keluar melalui serviks serta vagina.

Akan tetapi, dalam kondisi tertentu, air ketuban juga dapat pecah jauh sebelum kandungan memasuki usia 37 minggu. Hal ini perlu Bunda waspadai, karena bisa menjadi tanda bahaya bagi janin. Nah, untuk mengetahui tanda air ketuban pecah, yuk simak bacaan berikut ini!

Ciri-Ciri Air Ketuban Pecah

Pada dasarnya, tidak semua ibu hamil mengalami tanda yang sama ketika air ketuban pecah. Meski begitu, terdapat beberapa tanda yang umumnya akan Bunda alami saat ketuban pecah. Adapun beberapa ciri-ciri air ketuban pecah adalah sebagai berikut.

1. Terasa Ada Letupan

Salah satu tanda air ketuban pecah adalah Bunda merasakan adanya letupan di dalam perut bawah. Kondisi ini akan terasa seperti ada yang mengetuk bagian kantong ketuban. Nah, suara tersebut adalah tanda bahwa ketuban telah pecah dan umumnya air akan menyembur keluar dari serviks, menuju vagina.

2. Air Ketuban Menetes

Ciri-ciri air ketuban pecah selanjutnya adalah cairan keluar dengan menetes sedikit demi sedikit dari vagina. Tetesan cairan ketuban ini umumnya akan terasa hangat. Kondisi ini kerap membuat ibu hamil seperti mengompol, karena bisa membasahi pakaiannya.

3. Ada Kontraksi

Tanda air ketuban pecah berikutnya adalah timbul kontraksi rahim. Kondisi adalah tanda-tanda melahirkan yang cukup wajar. Nah, ketika ketuban telah keluar dari vagina, umumnya kontraksi pada rahim akan semakin kuat, kencang, dan konsisten. Kondisi ini juga kerap terjadi bersamaan dengan keluarnya darah dari vagina.

Baca Juga  8 Manfaat Air Kelapa untuk Ibu Menyusui, Jaga Imun Tubuh!

4. Air Ketuban Keluar Deras

Selain keluar dengan perlahan-lahan, air ketuban juga dapat mengucur deras, hingga membuat lantai menjadi basah. Kondisi ini umumnya sulit untuk Bunda kendalikan. Adapun faktor yang memengaruhi deras atau tidaknya kucuran air ketuban adalah lubang pada serviks. Semakin lebar lubangnya, maka air ketuban yang keluar pun bisa semakin deras. Di samping itu, ketika air ketuban sudah mengumpul di bawah kepala bayi, maka keluarnya pun juga akan cukup deras.

5. Tidak Merasakan Apa-Apa

Dalam beberapa kasus, pecahnya air ketuban mungkin juga tidak akan Bunda sadari. Hal ini umumnya terjadi ketika telah memperoleh bius epidural. Akan tetapi, ada pula ibu hamil yang memang tidak merasakan ciri-ciri tersebut dan bahkan masih sempat beraktivitas secara normal.

Cara Menangani Air Ketuban Pecah

Apabila usia kehamilan sudah melewati 37 minggu, maka Bunda harus menyiapkan diri, karena proses melahirkan akan segera tiba, setidaknya dalam waktu 24 jam. Ketika hal ini terjadi, sebaiknya Bunda tetap tenang dan bisa menggunakan pembalut untuk mengatasi air ketuban yang keluar dari vagina.

Di sisi lain, segera datang ke rumah sakit atau rumah bersalin agar dokter kandungan dapat memeriksa kondisi Bunda. Setelah mengetahui kondisi Bunda dan kehamilannya, maka dokter akan bisa memberikan keputusan terkait tindakan selanjutnya.

Akan tetapi, jika ketuban pecah masih di bawah 37 minggu, maka terdapat beberapa cara penanganan yang umumnya akan dilakukan. Adapun beberapa cara menangani cairan ketuban pecah di bawah 37 minggu adalah sebagai berikut.

  • Dokter dapat meresepkan antibiotik sekitar 10 hari untuk membantu mencegah risiko infeksi yang mungkin terjadi.
  • Selain itu, dokter juga dapat meresepkan obat steroid atau kortikosteroid untuk membantu mempercepat proses pematangan pada paru-paru calon bayi.
  • Dokter juga akan menyarankan Bunda untuk mengonsumsi magnesium sulfat. Hal ini bisa Bunda konsumsi dalam bentuk makanan sehat atau suplemen untuk membantu melindungi sistem saraf pada bayi.
  • Dokter akan melakukan pemantauan kondisi bayi maupun pemeriksaan darah untuk memeriksa kemungkinan adanya risiko infeksi.
Baca Juga  Makanan Untuk Mengecilkan Perut: Cara Enak Tetap Sehat

Di sisi lain, jika ketuban masih tak kunjung pecah meskipun usia kehamilan sudah cukup untuk melakukan persalinan dan sudah memasuki tahap pembukaan, maka ada beberapa hal yang dapat memengaruhinya. Misalnya adalah kepala bayi terlalu jauh di atas panggul maupun serviks yang tidak lebar.

Apabila kondisi tersebut terjadi, dokter umumnya akan melakukan prosedur amniotomi yang bertujuan untuk membantu mempercepat proses melahirkan dengan merobek membran ketuban dan memecahkan kantong airnya. Dengan adanya lubang pada kantong tersebut, maka kemungkinan ketuban akan lekas pecah, sehingga proses persalinan bisa segera dilaksanakan.

Penutup

Itulah beberapa informasi mengenai tanda-tanda air ketuban pecah dan cara mengatasinya yang tepat. Pada dasarnya, ketuban yang pecah adalah tanda bahwa persalinan akan semakin dekat. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, ketuban juga bisa pecah dini. 

Untuk itu, jika hal tersebut terjadi, sebaiknya Bunda segera memeriksakan diri ke dokter agar lekas memperoleh penanganan yang tepat. Nah, untuk memperoleh informasi lain seputar kehamilan maupun persalinan, yuk simak selengkapnya di New Life!

Produk Pilihan
Bingung Mau Pilih Korset yang Mana?