fbpx

5 Perawatan Perut Bergelambir Setelah Melahirkan

Perut bergelambir adalah kondisi di mana kulit bagian perut yang awalnya kencang menjadi kendur. Kulit bagian luar yang tidak kembali menyusut ini tampak menggantung dan bergoyang-goyang jika disentuh. Bagi sebagian orang, kulit yang berlebih ini dianggap sebagai gangguan karena membuatnya tampak buncit dan kurang sedap dipandang

Penyebab Perut Bergelambir

Banyak alasan yang menyebabkan perut bergelambir. Mulai dari pola makan yang tidak sehat hingga proses melahirkan.

Secara umum, perut bergelambir terjadi karena elastisitas kulit kehilangan kemampuannya untuk kembali menyusut setalah meregang. Hal ini dapat terjadi akibat kelenturan kulit yang telah berkurang.

Berkurangnya kelenturan kulit ini berakibat pada bentuk fleksibel lapisan di atas perut yang tidak kembali seperti semula setelah meregang. Hal ini dapat terjadi jika kolagen yang menyusun di dalam kulit telah rusak.

Rusaknya kolagen atau zat penyusun kulit ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain diet ketat yang menyebabkan berat badan turun secara drastis, sering mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol, usia yang bertambah, kondisi medis tertentu seperti seperti sindrom Ehlers-Danlos (EDS), dan fase pemulihan setelah proses melahirkan.

Cara Mengatasi Perut Bergelambir 

Kondisi perut begelambir adalah hal yang lumrah dan sering terjadi. Kondisi ini sama halnya dengan masalah biasa yang dapat teratasi dengan mudah.

Walau kadang mengganggu, perut bergelambir bisa sembuh dan dapat hilang dengan beberapa cara berikut:

1. Menurunkan Berat Badan dengan Pola Hidup Sehat

Perut bergelambir terjadi jika kadar lemak di dalam tubuh yang semula banyak mendadak berkurang drastis. Oleh karena itu, anda perlu bijak dalam memilih cara diet yang memangkas berat badan dengan ideal.

Cara yang dapat diterapkan adalah mengurangi asupan lemak berlebih dengan tetap memerhatikan asupan gizi yang cukup. Terutama bagi ibu yang baru saja melahirkan, kulit di sekitar perut baru saja meregang selama sekitar 9 bulan. Untuk dapat kembali ke bentuk sediakala perlu perlahan agar elastisitasnya dapat maksimal.

Baca Juga  Begini Efek Minum Soda Saat Hamil Muda

Para ibu yang baru saja melahirkan dapat terus menjaga asupan nutrisi tubuhnya dengan mengonsumsi antioksidan tinggi seperti kacang kedelai, brokoli, wortel, dan bayam. 

Selain itu, makan makanan seperti keju dan telur juga baik karena mengandung protein yang dapat meningkatkan kemampuan otot-otot di bawah perut sehingga lebih fleksibel untuk dapat kembali menyusut ke bentuk kulit perut semula.

Untuk membantu menambah kolagen, ibu yang baru melahirkan juga dapat minum jus buah dan sayur yang mengandung vitamin A dan

2. Menjaga Keseimbangan Cairan Dalam Tubuh

Banyak ahli yang menganjurkan minum air dengan jumlah yang cukup untuk menjaga elastisitas kulit. Tubuh yang kekurangan air akan menyebabkan kulit kering, hal itu juga akan berdampak pada kelenturan kulit yang berkurang.

Beberapa orang mungkin menganggap minum banyak air justru membuat perut bergelambir karena merasa air dan lemak adalah zat yang tidak bermanfaat dalam menjaga tubuh yang langsing.

Padahal, kekurangan air justru membuat metabolisme tubuh yang seharusnya cepat memproses segala nutrisi yang masuk menjadi terhambat. Akibatnya, penumpukan zat-zat tadi memaksa kulit di sekitar perut meregang untuk dapat menampung semua sisa tersebut.

3. Olahraga Secara Rutin

Segala yang berlebihan itu tidak baik, begitu juga nutrisi. Walaupun memiliki manfaat yang berguna bagi kesehatan tubuh, nutrisi yang terlalu banyak masuk ke dalam tubuh justru membuat pencernaan tidak maksimal bekerja.

Tubuh memerlukan aktivitas yang dapat membantu mempercepat proses penyerapan itu dengan berolahraga untuk mengatasi penimbunan zat yang tidak sempat terserap.

Olahraga berjenis kardio menjadi pilihan tepat untuk perempuan dengan masalah perut bergelambir karena lebih cepat membakar lemak. Lemak adalah cadangan makanan yang tersimpan dalam tubuh, olahraga teratur dapat mendorong tubuh menggunakan lebih banyak cadangan tenaga yang tersimpan ini.

Baca Juga  Prosedur Lahiran Normal dan Tips yang Perlu Ibu Perhatikan

Olahraga lain yang berpusat pada perut juga dapat menjadi menu tambahan agar lebih maksimal. Sit up secara rutin menjadi pilihan tepat untuk para perempuan yang sudah kesal dengan masalah perut bergelambir ini.

4. Menyusui

Bagi perempuan yang baru saja melahirkan dan berusaha menghilangkan perut bergelambir, sebaiknya menyusui anak secara rutin karena ternyata dapat bermanfaat mengencangkan kulit.

Menyusui sama dengan membagikan nutrisi dari ibu ke anak. Proses ini juga dapat mempercepat proses pembakaran lemak dalam tubuh sehingga menjadi alternatif solusi jika merasa tidak dapat melakukan olahraga setelah proses melahirkan.

5. Menggunakan Korset Setelah Melahirkan

Korset merupakan sebuah pakaian dalam yang membantu penggunanya terlihat lebih ramping. Namun, ternyata korset juga memiliki manfaat untuk merawat perut bergelambir.

Menggunakan korset setelah melahirkan dapat membantuk mengembalikan bentuk kulit perut karena kain yang menghimpit dengan ketat ini dapat mengatur postur tubuh jadi lebih ramping. Selain itu, bagian perut yang tersekat dengan kencang ini mampu membantu mengencangkan otot perut yang sempat terpisah apabila baru saja melakukan operasi caesar.

Penggunaan korset ini harus menyesuaikan dengan bergantung proses melahirkan sebelumnya. Misalnya, jika melahirkan normal bisa menggunakan korset sehari setelahnya, sedangkan jika melahirkan secara caesar dapat menggunakan korset setelah luka dirasa kering.

Penutup

Tubuh ramping tanpa perut bergelambir adalah dambaan semua orang. Untuk menjaganya dapat menerapkan cara-cara seperti menjalankan pola hidup sehat, menjaga cairan dalam tubuh, berolahraga secara teratur, menggunakan korset dan menyusui bagi ibu yang telah melahirkan serta menghindari penyebab-penyebab yang dapat menimbulkan perut bergelambir.

Untuk memperoleh informasi seputar kehamilan lainnya, yuk kunjungi situs New Life sekarang juga!

Produk Pilihan
Bingung Mau Pilih Korset yang Mana?