fbpx

12 Efek Samping Operasi Caesar pada Ibu dan Bayi, Waspada!

12 Efek Samping Operasi Caesar pada Ibu dan Bayi, Waspada!

Operasi caesar adalah prosedur persalinan yang tergolong aman. Meski begitu, terdapat efek samping operasi caesar yang perlu diwaspadai, seperti timbulnya rasa nyeri pada perut.

Hal itu disebabkan karena adanya luka sayatan pasca operasi. Selain itu, rasa nyeri pada perut juga bisa semakin parah apabila tertarik atau terdapat tekanan.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar efek samping operasi caesar pada ibu dan bayi, yuk simak artikel berikut!

Efek Samping Operasi Caesar pada Ibu

Operasi caesar adalah persalinan yang terjadi apabila ibu tidak dapat melahirkan secara normal atau berdasarkan rencana pribadi. Prosedur ini umumnya aman, tetapi terdapat efek samping yang mungkin terjadi.

Adapun beberapa efek samping operasi caesar pada ibu adalah sebagai berikut.

1. Infeksi Luka Jahitan

Salah satu efek samping operasi caesar pada ibu adalah infeksi luka jahitan. Kondisi ini terjadi apabila perawatan luka kurang maksimal, sehingga kuman dan bakteri bisa menginfeksi.

Selain itu, infeksi luka jahitan juga lebih berisiko pada ibu yang menderita obesitas, autoimun, hipertensi, hingga diabetes.

2. Rasa Nyeri

Selain infeksi, luka jahitan caesar juga akan mengalami nyeri selama beberapa waktu. Hal ini terjadi karena beberapa alasan, seperti efek samping obat bius, hingga luka pada perut yang tertarik saat sedang beraktivitas.

3. Pembekuan Darah

Efek samping operasi caesar lainnya adalah terjadinya pembekuan darah. Kondisi ini terjadi ketika darah menyumbat pembuluh darah vena di kaki. Untuk mencegah kondisi tersebut, dokter akan menyarankan pada ibu untuk bergerak dan beraktivitas ringan.

Selain untuk mencegah pembekuan darah, bergerak ringan juga bisa membantu mempercepat proses pemulihan setelah menjalani operasi caesar.

4. Menurunnya Tingkat Kesuburan

Efek samping operasi caesar selanjutnya adalah menurunnya tingkat kesuburan. Kondisi ini termasuk sebagai efek samping jangka panjang yang perlu diwaspadai. 

Baca Juga  Hamil Anggur, Kenali Tanda dan Gejalanya!

Risiko ini akan lebih rentan terjadi pada ibu yang menjalani operasi caesar daripada persalinan normal. Dalam situasi ini, seorang ibu tetap bisa mengandung, tetapi sulit untuk memiliki anak. Kondisi ini disebut dengan istilah subfertil.

5. Plasenta Akreta

Plasenta akreta adalah jenis efek samping operasi caesar dalam jangka panjang. Risiko ini terjadi ketika plasenta tumbuh dan melekat pada dinding rahim, hingga ke otot rahim. Hal ini membuat kehamilan menjadi sangat berisiko.

Pasalnya, masalah ini membuat plasenta dalam rahim sulit untuk dilepaskan dan memicu terjadinya pendarahan hebat.

6. Plasenta Previa

Plasenta previa adalah kondisi ketika posisi plasenta pada rahim cukup rendah. Penyebab plasenta previa adalah ibu pernah menjalani operasi caesar sebelumnya, sehingga ketika melakukan persalinan caesar lagi, risiko masalah ini lebih tinggi.

Pada kondisi normal, plasenta seharusnya berada di puncak rahim. Akan tetapi, ibu yang mengalami plasenta previa justru membuat plasentanya berada di area mulut rahim. Hal ini juga meningkatkan kelahiran prematur atau pendarahan hebat.

7. Rahim Robek

Efek samping operasi caesar pada ibu yang lainnya adalah ruptur rahim atau rahim robek. Kondisi ini dapat terjadi setelah menjalani operasi caesar yang menyebabkan rahim keluar ke bagian abdomen.

Rahim robek ini lebih rentan terjadi pada ibu yang sebelumnya melahirkan secara caesar, tetapi di kehamilan berikutnya melakukan persalinan normal. Meskipun jarang terjadi, rahim robek lebih banyak dialami oleh ibu yang melahirkan secara caesar.

8. Plasenta Lepas Dini

Efek samping operasi caesar pada ibu yang terakhir adalah abruptio plasenta atau plasenta lepas dini. Seperti namanya, kondisi ini terjadi saat plasenta lepas terlalu awal, bahkan ketika berada di masa kehamilan.

Baca Juga  Flek Saat Hamil: Kenali Penyebab dan Penanganannya

Padahal, plasenta umumnya akan lepas setelah bayi telah lahir. Apabila terjadi, kondisi ini bisa mengancam nyawa seorang ibu dan bayinya selama masa persalinan. Pasalnya, plasenta yang lepas dini akan membuat nutrisi dan oksigen pada janin berkurang serta memicu pendarahan hebat.

Efek Samping Operasi Caesar pada Bayi

Selain terjadi pada ibu, bayi juga bisa mengalami beberapa efek samping setelah lahir secara caesar. Adapun beberapa efek samping operasi caesar pada bayi adalah sebagai berikut.

1. Ketidakseimbangan Mikrobiota Usus

Salah satu efek samping operasi caesar pada bayi adalah ketidakseimbangan mikrobiota usus. Pada dasarnya, usus manusia mengandung banyak bakteri baik yang berfungsi untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan dan imunitas tubuh.

Maka dari itu, saat jumlahnya tidak seimbang, sistem imunitas tubuh bayi menjadi terganggu dan berdampak pada kesehatannya.

2. Kekebalan Tubuh Lemah

Efek samping operasi caesar selanjutnya adalah kekebalan tubuh bayi cenderung lemah daripada anak yang lahir secara normal. Penyebabnya adalah bayi tidak dapat menerima bakteri baik dari jalan lahir ibunya, sehingga kekebalan tubuhnya cenderung rendah.

Hal itu menyebabkan bayi rentan mengalami berbagai masalah penyakit. Untuk mencegah hal tersebut, bayi akan mendapatkan perawatan secara intensif terlebih dulu di rumah sakit hingga kondisinya pulih.

3. Risiko Obesitas Tinggi

Efek samping persalinan caesar pada bayi dalam jangka panjang adalah mengalami obesitas saat tumbuh dewasa. Hal ini dipicu oleh jumlah bakteri baik (probiotik) dalam sistem pencernaan yang sedikit.

Pasalnya, beberapa jenis bakteri, seperti Bacteroides dan Bifidobacteria berfungsi untuk menurunkan risiko obesitas dan membantu proses pencernaan makanan.

4. Risiko Gangguan Pernapasan

Efek samping persalinan caesar pada bayi yang terakhir adalah berisiko mengalami gangguan pernapasan saat tumbuh besar, seperti asma. Kondisi ini berhubungan dengan masalah pernapasan yang dialami bayi saat lahir.

Baca Juga  5 Olahraga yang Tidak Bisa Dilakukan Malam Hari, Yuk Catat!

Pada umumnya, setelah lahir secara caesar, bayi akan memperoleh perawatan intensif terlebih dulu sampai kondisinya benar-benar pulih. 

Meski begitu, pada sejumlah kasus, masalah pernapasan yang terjadi setelah lahir ini rentan mengalami komplikasi. Itulah sebabnya, saat tumbuh dewasa, anak yang lahir secara caesar rentan mengidap asma. 

Penutup

Demikian penjelasan mengenai efek samping operasi caesar yang bisa terjadi pada ibu maupun bayi. Maka dari itu, untuk mencegah risiko tersebut, ibu perlu menjaga kesehatan diri selama masa pemulihan pasca operasi caesar.

Untuk memperoleh informasi lain seputar kehamilan dan masa persalinan, yuk kunjungi blog New Life!

Produk Pilihan
Bingung Mau Pilih Korset yang Mana?