fbpx

Bayi Melintang: Pengertian, Jenis, dan Cara Memperbaikinya

Bayi Melintang: Pengertian, Jenis, dan Cara Memperbaikinya

Menjelang persalinan, kepala bayi umumnya akan beralih posisi ke bawah untuk memudahkan proses melahirkan. Namun, dalam sejumlah situasi, posisi bayi melintang juga dapat terjadi. Posisi tersebut tentu akan membuat ibu merasa panik, karena berisiko sulit menjalani persalinan normal.

Nah, ketika dalam posisi melintang, kepala janin berada di salah satu sisi tubuh, sedangkan kakinya berada di sisi yang lain. Nah, untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai apa itu posisi bayi melintang, yuk simak selengkapnya di artikel berikut!

Pengertian Bayi Melintang

Bayi melintang adalah suatu posisi janin ketika kepalanya berada pada satu sisi tubuh, sedangkan kakinya di sisi tubuh ibu lainnya. Akan tetapi, bukan kepalanya tidak terletak di dekat serviks maupun jantung. Pada umumnya, posisi melintang ini sering terjadi di trimester pertama kehamilan.

Untuk itu, ibu masih mempunyai banyak waktu guna mendorong bayi bermanuver ke posisi normal menjelang persalinan. Jika ingin memantaunya, ibu dapat melakukan kontrol ke dokter secara rutin, hingga menjelang persalinan. Hal ini untuk memastikan bahwa janin telah bergerak ke posisi normal.

Namun, jika tidak kunjung bergerak dan masih dalam posisi melintang, janin tidak akan muat di panggul. Kondisi ini bisa terjadi karena sejumlah faktor, antara lain yaitu:

  • Cairan ketuban dalam rahim cenderung rendah, sehingga bayi kesulitan untuk mengubah posisinya.
  • Terdapat masalah pada struktur fibroid atau rahim yang justru menghalangi kepala bayi untuk bergerak.
  • Terdapat masalah pada struktur panggul ibu, sehingga memicu posisi sungsang.
  • Ibu mengalami kelebihan cairan ketuban yang membuat si kecil terus bergerak.
  • Mengalami masalah plasenta previa.
  • Ibu sedang hamil kembar yang membuat janin berebut ruangan karena terlalu sempit.
Baca Juga  Penyebab Keguguran, Mengapa Bisa Terjadi?

Pada dasarnya, bayi sungsang akan sulit untuk lahir secara normal. Itulah sebabnya, penting bagi ibu untuk melakukan kontrol secara rutin guna memastikan posisi bayi dan mendorongnya ke posisi normal.

Jenis Posisi Bayi Melintang

Posisi janin melintang mempunyai beberapa jenis. Adapun jenis-jenis posisi bayi melintang adalah sebagai berikut:

  • Presentasi bahu kiri, yaitu ketika bahu kiri janin menghadap ke arah jalan lahir. Pada posisi ini, tali pusat kemungkinan akan turun serta meninggalkan jalan lahir lebih awal dari bayi.
  • Presentasi bahu kanan, yaitu posisi ketika bahu kanan bayi menghadap menuju jalan lahir.
  • Presentasi mundur, yaitu posisi ketika bayi telentang dan kedua bahu tidak menghadap menuju jalan lahir.

Pada dasarnya, beberapa posisi di atas tidak memungkinkan untuk melakukan persalinan secara normal dan terlalu berisiko bagi ibu maupun janin. Biasanya, bayi akan segera bergerak ke bawah mulai dari usia kehamilan 28 minggu. Namun, apabila tidak kunjung bergerak, ibu perlu segera berkonsultasi ke dokter.

Cara Memperbaiki Posisi Bayi Melintang

Nah, apabila janin dalam kandungan ibu berada dalam posisi melintang, tak perlu khawatir. Sebab, masih terdapat beberapa upaya yang bisa ibu lakukan guna memperbaiki posisinya agar normal dan kepala bayi bisa mencapai panggul.

Adapun sejumlah cara memperbaiki posisi bayi melintang, antara lain:

1. Perawatan Chiropractic

Salah satu cara memperbaiki posisi bayi melintang adalah perawatan chiropractic. Cara ini bertujuan untuk memanipulasi jaringan lunak serta mendorong kepala janin agar masuk ke arah panggul.

Untuk membantu memaksimalkan teknik agar lebih aman, ibu bisa menemui ahli tulang yang mampu melakukan teknik Webster. Pasalnya, mereka mempunyai pengetahuan khusus seputar kehamilan serta masalah pada panggul bumil.

Baca Juga  Janin Tidak Berkembang, Mengapa Bisa Terjadi?

2. EVC

External Cephalic Version (ECV) adalah cara mengatasi janin melintang yang membutuhkan bantuan dokter. Cara ini umumnya bisa dokter sarankan pada bumil ketika telah mencapai usia kehamilan 37 minggu.

Untuk melakukannya, dokter akan meletakkan tangan di perut bumil, lalu memberikan tekanan agar bayi terdorong untuk mengubah posisi kepalanya ke arah bawah.

3. Inversi di Rumah

Tips memperbaiki posisi janin melintang dan sungsang juga bisa ibu lakukan melalui inversi di rumah. Akan tetapi, sebelum melakukannya, pastikan telah meminta izin kepada dokter mengenai keamanannya. Ibu bisa melakukan sejumlah gerakan berikut maksimal pada usia kehamilan 32 minggu.

  • Melakukan inversi miring ke depan. Gerakan ini bisa ibu lakukan dengan berlutut di ujung sofa maupun tempat tidur rendah dan pastikan lakukan secara hati-hati. Setelah itu, turunkan tangan ke lantai serta sandarkan pada lengan bawah. Ibu bisa mengulangi cara ini selama 30-45 detik dan berikan jeda selama 15 menit.
  • Melintang sungsang dengan menggunakan bantal besar serta papan panjang. Ibu dapat menyangga papan secara miring sampai bagian bawah tertopang oleh bantal dan bagian tengah bertumpu pada dudukan sofa. Setelah itu, posisikan tubuh di atas papan, kepala bertumpu di bantal, serta panggul menghadap ke arah tengah papan. Sementara itu, biarkan kaki menggantung di kedua sisi.

Selama melakukan gerakan-gerakan di atas secara rutin, maka ibu dapat mengupayakan janin melintang agar kembali ke posisi normal. Dengan begini, kemungkinan persalinan normal pun lebih meningkat.

4. Yoga

Cara memperbaiki posisi bayi melintang selanjutnya adalah melakukan yoga. Jenis olahraga ini bermanfaat untuk meningkatkan peluang persalinan normal dan memperbaiki posisi janin agar kepalanya bergerak ke arah panggul. Ibu bisa melakukan gerakan puppy pose guna mendorong posisi bayi yang baik.

Baca Juga  Apakah Ibu Hamil Boleh Berenang? Ini Manfaat & Tips agar Aman

5. Pulsatilla

Pulsatilla adalah salah satu cara memperbaiki posisi janin melintang. Jenis terapi ini memang dikenal sebagai solusi untuk mengatasi kondisi janin sungsang serta melintang. Namun, untuk melakukannya, ibu perlu mendatangi ahli pulsatilla atau terapi homeopati agar aman dan manfaatnya lebih optimal.

6. Pijat

Cara memperbaiki posisi bayi melintang yang terakhir adalah melakukan pijatan pada perut ibu. Beberapa gerakan pijatan dapat membantu mendorong posisi bayi yang menyamping agar kepalanya bergerak ke arah panggul. Namun, pastikan untuk melakukan pijatan bersama ahlinya agar lebih aman dan tidak membahayakan kondisi bumil.

Penutup

Demikian beberapa informasi mengenai bayi melintang, jenis posisi, hingga cara memperbaikinya. Pada dasarnya, saat menjelang persalinan, janin akan berganti posisi dengan kepala di bawah. Namun, saat posisi janin melintang, ibu berisiko kesulitan menjalani persalinan normal. 

Maka dari itu, memperbaiki posisi melintang adalah hal yang penting dilakukan. Di samping itu, ibu juga bisa berkonsultasi kepada dokter mengenai cara melahirkan yang tepat jika posisi janin melintang. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut berkaitan dengan tips melahirkan normal, mari kunjungi situs New Life!

Produk Pilihan
Bingung Mau Pilih Korset yang Mana?